x

Direksi Bank Banten Dituding Kabur Saat Dikepung Aksi Koar JILID II

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Sep 2025 17:08 0 129 Redaksi

Delik Asia, (Serang) |  Aksi unjuk rasa yang digelar Koalisi Aksi Rakyat (Koar) Banten di depan kantor pusat Bank Banten, Rabu siang, 17 September 2025, melumpuhkan layanan perbankan. Massa aksi memenuhi halaman depan kantor di Jalan Veteran, Kota Serang, sehingga kendaraan nasabah tak bisa masuk. Sejumlah layanan di dalam bank pun dilaporkan terhenti.

Massa tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka langsung menggelar aksi makan bersama atau bacakan di depan pagar masuk kantor, disusul dengan orasi, karaoke, hingga berjoget bersama.

Koordinator Koar Banten, Rahmat Gunawan, menyebut aksi ini merupakan bentuk protes terhadap ketidakjelasan informasi soal kredit macet Bank Banten yang nilainya mencapai Rp247 miliar hingga tahun 2022.

“Kami menanyakan kejelasan seluruh uang—baik kredit macet, kredit fiktif, maupun pembobolan brankas oleh karyawan. Sudah dikembalikan atau belum? Kalau belum, kenapa? Kalau sudah, berapa?” ujar Gunawan dalam orasinya.

Gunawan menyoroti kejanggalan antara kondisi keuangan Bank Banten yang masih dibayang-bayangi kredit bermasalah, namun tetap mengajukan tambahan penyertaan modal kepada Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp1,7 triliun tahun ini.

Ia juga menyesalkan sikap Direksi Bank Banten yang dinilai tidak kooperatif. Menurutnya, hingga kini belum ada tindak lanjut konkret dari tuntutan aksi sebelumnya, termasuk bukti audit dan dokumen-dokumen yang pernah dijanjikan saat audiensi.

Salah satu tuntutan utama lainnya adalah transparansi perjanjian Kerjasama Usaha Bank (KUB) antara Bank Banten dan Bank Jatim. Koar menilai publik tidak pernah diberi informasi rinci mengenai nilai saham dan pembagian kepemilikan dalam kerja sama tersebut.

“Modal inti Bank Banten masih kurang Rp1,3 triliun hingga Juni 2025. Kerja sama dengan Bank Jatim jadi tidak ada artinya. Malah Pemprov dipaksa suntik modal lagi dari APBD, termasuk aset daerah yang nilainya Rp139 miliar,” ucap Gunawan.

Ia juga mempertanyakan status kepemilikan pengendali saham—apakah masih di tangan Pemprov Banten atau telah beralih ke Bank Jatim. Ketidakjelasan ini, kata Gunawan, menambah alasan perlunya audit menyeluruh terhadap kondisi Bank Banten.

Dalam aksinya, Koar Banten mendesak Gubernur Banten, Andra Soni, untuk mengevaluasi kinerja manajemen Bank Banten. Mereka juga menuntut pencopotan Direktur Utama dan jajaran Direksi yang dianggap tidak transparan dan antikritik.

“Bukannya menemui kami, mereka justru kabur lewat pintu belakang dan membuat kontra opini di media. Kami minta Gubernur copot Dirut dan Komisaris,” tegas Gunawan.

Pantauan di lokasi, hingga aksi berakhir, layanan perbankan di kantor pusat Bank Banten masih belum pulih. Sejumlah nasabah terlihat kecewa. Seorang nasabah perempuan mengaku akan menarik seluruh dananya dari Bank Banten.

“Gak bisa masuk ya mas. Kalau begini terus, besok saya tarik semua uang saya,” ujarnya kepada wartawan.

Koar Banten menegaskan akan menggelar Aksi Jilid III dalam waktu dekat, dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.[Feb/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x