x

Bongkar Muat di Ketapang–Gilimanuk Tetap Normal, Kemenhub Tegaskan Prioritas Keselamatan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Jul 2025 17:29 0 84 Redaksi

Delik Asia, (Ketapang) | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan aktivitas bongkar muat di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk masih berjalan normal dan tertib, meskipun terjadi kepadatan kendaraan logistik di jalur menuju pelabuhan. Pemerintah menyebut antrean itu sebagai dampak dari langkah korektif usai insiden KMP Tunu Pratama Jaya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi bukan karena terganggunya pelayanan pelabuhan, melainkan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan peningkatan standar keselamatan pelayaran nasional.

“Keselamatan adalah harga mati. Kami melakukan evaluasi ketat terhadap semua armada. Kapal-kapal yang laik laut boleh kembali beroperasi. Yang belum, kami batasi sementara,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Jumat (19/7).

Sejauh ini, Ditjen Hubla bersama instansi terkait telah memeriksa 54 kapal. Sebanyak 45 di antaranya dinyatakan laik laut. Sementara itu, sejumlah kapal eks LCT yang sebelumnya dihentikan operasionalnya telah mendapatkan dispensasi terbatas, di antaranya KM. Agung Samudra IX, KM. Jambo VI, KM. Liputan XII, dan KM. Samudra Utama. Namun ada syarat ketat: hanya memuat maksimal 75% kapasitas, tak mengangkut penumpang maupun kendaraan kecil, dan hanya bagi kapal dengan temuan ketidaksesuaian minor.

Pemerintah juga menerapkan pengaturan teknis lebih ketat. “Kami atur pola muat kendaraan dan pengawasan di buffer zone. Ini langkah sementara yang terus kami evaluasi,” kata Masyhud.

Hingga pukul 16.00 WIB, tercatat 25 kapal aktif melayani penyeberangan dari dermaga MB I–IV dan LCM/Bulusan. Proses bongkar muat dibantu oleh optimalisasi buffer zone dengan menggunakan KMP Portlink VII dan KMP Liputan XII.

Di sisi Pelabuhan Gilimanuk, PT ASDP menetapkan waktu sandar maksimal 15 menit per kapal, dengan atau tanpa muatan. Sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) pun siap diberlakukan jika kondisi menuntut efisiensi lebih jauh.

Cuaca mendukung. Angin bertiup dari selatan dengan kecepatan 10 knot, ombak relatif tenang antara 0–1 meter. Namun kepadatan masih terjadi di jalur darat, terutama dari arah Terminal Bus Sritanjung menuju Pelabuhan Ketapang.

Masyhud mengimbau operator dan pengemudi logistik tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. “Kami terus koordinasi di lapangan agar pelayanan kembali stabil secepatnya,” ujarnya.

Pemerintah memastikan verifikasi teknis terhadap kapal-kapal yang belum diizinkan beroperasi terus dipercepat. Masyarakat dan pengguna jasa diminta tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas pelabuhan.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x