
Cilegon, (Delik Asia) | Suasana Aula Lantai 3 Kampus Al-Khairiyah pada Rabu (26/11/2025) dipenuhi para guru dari berbagai lembaga pendidikan Al-Khairiyah. Mereka datang berkumpul dalam satu forum yang tahun ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Parenting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Di hadapan puluhan peserta, Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kehidupan Kota Cilegon, Bambang HD, menyampaikan pesan pemerintah agar sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah terus memperkuat kolaborasi pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan membangun generasi emas tidak dapat dikerjakan satu pihak saja.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkokoh pendidikan karakter. Anak-anak adalah masa depan kita, dan mendidik mereka adalah tugas bersama,” tuturnya.

Bambang juga menilai Al-Khairiyah selama ini memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berdaya saing.
Ia mengapresiasi kontribusi lembaga ini, termasuk dalam program Beasiswa Cilegon Juar yang setiap tahun memberikan kuota besar bagi mahasiswa Al-Khairiyah.
Pada kesempatan itu, Kabid Kesbangpol Kota Cilegon, Faisal Amin, hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi tentang peran organisasi masyarakat (Ormas) dan LSM dalam mendukung kualitas pendidikan serta stabilitas sosial.
Faisal menekankan bahwa Ormas dan LSM memiliki ruang kontribusi yang besar dalam mendukung visi pembangunan, termasuk di sektor pendidikan. Namun, menurutnya, hal itu harus dilakukan dalam kerangka aturan yang jelas.
“Ormas harus bergerak secara konstruktif, selaras dengan pemerintah, dan berada dalam jalur yang positif. Pemerintah pusat bahkan telah membentuk Satgas Premanisme untuk memastikan tidak ada tindakan intimidatif atas nama organisasi,” tegasnya dalam paparannya.
Ia juga berharap guru-guru Al-Khairiyah semakin memahami peran strategis mereka dalam membangun karakter generasi muda yang kritis dan berakhlak.
Dari pihak tuan rumah, Ketua DPD Al-Khairiyah Kota Cilegon, Hambasi Gholib, memandang Bimtek Parenting ini sebagai momentum mempererat silaturahmi internal Al-Khairiyah.
Ia bahagia karena kegiatan tersebut berhasil mempertemukan guru dalam satu ruang diskusi.
“Ini cara kami mengingatkan kembali bahwa pendidikan anak adalah prioritas utama. Para guru perlu ruang seperti ini untuk menyamakan langkah,” ujarnya.
Hambasi turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas beasiswa yang setiap tahun membantu mahasiswa Al-Khairiyah.
Ia menyebut tahun lalu sekitar 70 persen pendaftar dari Al-Khairiyah dinyatakan lolos seleksi beasiswa, sebuah capaian yang menurutnya harus terus dipertahankan.
Menutup kegiatan, para guru diajak memperkuat komitmen membangun karakter generasi muda.
Melalui bimbingan parenting ini, Al-Khairiyah berharap lahirnya tenaga pendidik yang semakin siap menghadapi tantangan zaman dan mampu mengawal lahirnya generasi Indonesia Emas 2045.[Feby]

Tidak ada komentar