
Banyuwangi, (Delik Asia) | Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terbentuk pada awal Januari 2026. Pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa serta dari Sumatera ke Jawa terpantau meningkat, namun masih berlangsung lancar dan terkendali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan terukur di tengah dinamika arus balik. Pada Kamis, 1 Januari 2026 atau H+7 Nataru, tercatat sebanyak 30.600 penumpang dan 7.190 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Sementara itu, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 33.767 penumpang dengan 9.043 unit kendaraan.
Data tersebut mencerminkan kembalinya masyarakat pascalibur Natal dan Tahun Baru, seiring dimulainya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan perseroan terus menjaga kesiapsiagaan operasional guna mengantisipasi potensi lonjakan arus balik, terutama pada akhir pekan. Menurut dia, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju Pulau Jawa.
“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Heru.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 427.910 orang atau turun 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, jumlah kendaraan justru meningkat 1,8 persen menjadi 121.364 unit. Adapun penumpang dari Jawa ke Bali tercatat 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan total kendaraan mencapai 110.193 unit atau naik 0,9 persen.
Sementara itu, lintasan Jawa–Sumatera mencatat total 654.493 penumpang atau meningkat 2,7 persen, dengan jumlah kendaraan sebanyak 144.756 unit. Pada lintasan Sumatera–Jawa, tercatat 582.382 penumpang dan 146.110 unit kendaraan, meningkat 3,1 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Beli Tiket Secara Online, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.
Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui sistem tiket online Ferizy.
“Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Tiket penyeberangan sudah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa wajib memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal keberangkatan,” kata Windy.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap jadwal, kesiapan perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci kelancaran arus balik Nataru. Pengguna jasa juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama.
Dengan pengelolaan operasi yang adaptif dan berbasis data, ASDP terus menjaga perannya sebagai penghubung konektivitas nasional, mengawal mobilitas masyarakat agar arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.(Feby/Red)

Tidak ada komentar