x

Jaga Konektivitas Ruas Bireuen–Aceh Utara Pascabencana, Kementerian PU Mulai Bangun Permanen Jembatan Krueng Tingkeum Minggu Ketiga Januari 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Jan 2026 23:06 0 9 Redaksi

Bireuen, (Delik Asia) | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas pada Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara kembali terjaga setelah Jembatan Krueng Tingkeum/Kuta Blang sempat terputus akibat bencana banjir bandang di Provinsi Aceh.

Setelah selesai ditangani secara darurat dengan pemasangan Jembatan Bailey dan telah dibuka secara fungsional sejak 27 Desember 2025, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tengah menyiapkan penanganan permanen Jembatan Krueng Tingkeum dengan membangun jembatan duplikasi. Konstruksi jembatan permanen rencananya akan dimulai pada 20 Januari 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,”ujar Menteri Dody.

Jembatan Krueng Tingkeum berlokasi di Kota Bireuen pada ruas Batas Bireuen–Aceh Utara (Lintas Timur) yang menghubungkan wilayah Bireuen dengan Kota Lhokseumawe. Jembatan eksisting memiliki panjang total 120 meter dengan tiga bentang dan struktur gelagar baja, yang dibangun pada tahun 2017. Jembatan ini mengalami kerusakan dan terputus akibat banjir pada 26 November 2025.

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU telah memasang Jembatan Bailey sepanjang 63 meter pada bentang yang rusak untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Jembatan Bailey tersebut telah berfungsi sejak 27 Desember 2025, sementara jalur alternatif Awe Geutah telah lebih dahulu difungsikan sejak 18 Desember 2025.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan bahwa jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur strategis penghubung utama antarwilayah. Kementerian PU telah memprioritaskan penanganan permanen jembatan tersebut dengan penugasan kepada penyedia jasa BUMN.

Tahapan awal pekerjaan permanen telah dimulai, meliputi pembebasan lahan, pemindahan utilitas dan tiang listrik, serta persiapan pekerjaan pemancangan. “Apabila tidak ada kendala, khususnya terkait distribusi material, pemancangan perdana jembatan permanen direncanakan mulai dilaksanakan pada 20 Januari atau minggu ketiga Januari 2026,”kata Heri Yugiantoro.

Keberfungsian kembali jembatan ini disambut positif oleh masyarakat dan pengguna jalan. Salah seorang pengguna jalan,Abdullah (45), mengaku bersyukur dengan dibukanya kembali akses tersebut.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa lewat lagi. Aktivitas kami jadi lancar, tidak perlu memutar jauh. Kami sangat berharap jembatan permanennya bisa segera selesai supaya lebih aman dan nyaman,”ujar Abdullah.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana, tidak hanya melalui solusi darurat, tetapi juga pembangunan permanen yang andal, aman, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.(*/Yasin)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x