x

Di Ujung Tahun, Media Siber Diuji oleh Disinformasi dan Algoritma

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Des 2025 20:41 0 37 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga, mengingatkan insan media siber agar tetap menjaga akal sehat jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media yang kian cepat dan kompleks menjelang 2026.

Dalam refleksi akhir tahun, Dar Edi menyoroti tantangan besar yang dihadapi media siber sepanjang 2025. Mulai dari banjir informasi di media sosial, persaingan berbasis algoritma, hingga merosotnya kepercayaan publik akibat maraknya disinformasi dan konten sensasional.

“Media siber lahir untuk mempercepat informasi, bukan mempercepat kekacauan. Kecepatan harus sejalan dengan verifikasi,” kata Dar Edi, Rabu (31/12/2025).

Ia menilai tekanan mengejar klik dan viralitas kerap menempatkan redaksi pada dilema antara idealisme jurnalistik dan tuntutan bisnis. Situasi ini diperparah dengan makin tipisnya batas antara produk jurnalistik dan konten media sosial.

Menurut Dar Edi, peran pemimpin redaksi menjadi krusial sebagai penjaga arah dan nilai redaksi. Pemred tidak hanya bertanggung jawab pada performa media, tetapi juga kualitas informasi yang dikonsumsi publik. “Pemred adalah penjaga terakhir nalar publik. Di tengah ruang digital yang semakin riuh, media justru harus menjadi penjernih,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten. Teknologi, kata dia, harus diiringi standar etika dan transparansi agar tidak menggerus kepercayaan publik. “Masa depan media siber tidak ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh integritas orang-orang di balik layar redaksi,” ujarnya.

Dar Edi menambahkan, Forum Pemred Media Siber Indonesia akan terus mendorong penguatan kapasitas pemred melalui diskusi etik, peningkatan kompetensi, serta penguatan solidaritas antarredaksi menghadapi dinamika industri media.

Menutup refleksinya, ia mengajak insan pers menyambut 2026 dengan komitmen yang sama: jurnalisme yang bertanggung jawab, beradab, dan berpihak pada kebenaran. “Media siber yang sehat adalah fondasi demokrasi yang kuat,” pungkasnya.[*/Feby/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x