
Cilegon, (Delik Asia) | Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon dalam beberapa hari terakhir memicu longsor di dua titik Lingkungan Pasir Salam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Selasa (30/12).

Merespons cepat laporan warga, Wali Kota Cilegon Robinsar langsung turun ke lokasi. Ia meninjau kondisi longsoran sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan pemerintah daerah.
Curah hujan tinggi, kata Robinsar, menjadi pemicu utama bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. “Pagi tadi kami menerima laporan longsor di Pasir Salam. Kami langsung cek ke lapangan,” ujarnya.
Dua titik longsor tercatat di kawasan tersebut. Salah satunya berada di jalur utama yang menjadi satu-satunya akses mobilitas warga. Jika tidak segera ditangani, akses masyarakat terancam terputus.

“Ini jalur vital. Saya sudah perintahkan Dinas PU segera turun. Penanganan darurat dilakukan, termasuk pembangunan Tembok Penahan Tanah,” tegasnya.
Menurut Robinsar, aliran air dari wilayah atas membentuk jalur sendiri dan menggerus tanah di bawahnya. Pemkot akan melakukan pemadatan, pengerasan, serta pembangunan TPT untuk mencegah longsor susulan.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. “Hindari titik rawan bencana. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga,” katanya.
Ketua RT 02/09 Pasir Salam, Santari, menyebut longsor awalnya terjadi di satu titik disertai pohon tumbang. Namun, longsor susulan muncul pada pagi hari sehingga total menjadi dua titik.
“Ini satu-satunya akses menuju Kampung Pasir Salam dan wilayah atas yang berbatasan dengan Kelurahan Pekuncen, Bojonegara. Kami berharap segera dibangun TPT agar tidak makin parah,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Pokmas C, Jajuli. Ia menilai respons Wali Kota sangat cepat. “Begitu video longsor dikirim ke grup WA, Pak Wali langsung datang dan menghubungi PU. Ini sangat kami hargai karena kondisinya membahayakan,” katanya.
Pemerintah Kota Cilegon memastikan penanganan dipercepat agar akses jalan tetap aman dan aktivitas warga tidak terganggu, terutama di tengah tingginya potensi bencana pada musim hujan.
Peninjauan turut dihadiri Camat Gerogol Jajat Sudrajat, Plt Lurah Gerem Hikmatul Qismat, Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi, unsur Dinsos, aparat kelurahan, serta warga setempat.[*/Feby]

Tidak ada komentar