x

Indonesia Dorong Relevansi Gerakan Non-Blok di Tengah Dunia yang Terbelah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 14:50 0 86 Redaksi

Delik Asia, (Kampala, Uganda) | Dalam forum Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri Biro Koordinasi Gerakan Non-Blok (GNB) ke-19 di Kampala, Uganda, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir menyerukan pentingnya menghidupkan kembali Spirit Bandung sebagai fondasi solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang.

Berbicara di hadapan para delegasi GNB pada 15–16 Oktober 2025, Wamenlu yang akrab disapa Tata itu menegaskan, tantangan global yang kian kompleks menuntut GNB untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga memilih untuk tetap relevan.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah GNB masih relevan, tapi apakah GNB memilih untuk tetap relevan,” ujar Tata dalam pidatonya.

Ia menyoroti kondisi dunia yang tengah dilanda ketegangan geopolitik, krisis iklim, disrupsi teknologi, serta meningkatnya kesenjangan sosial dan penurunan kepercayaan terhadap sistem global. Menurutnya, GNB harus menjadi kekuatan moral yang kembali bersuara lantang, terutama dalam isu-isu fundamental seperti kemerdekaan Palestina.

“Kemerdekaan Palestina dulu adalah denyut nadi GNB. Kini, suara kolektif kita makin pudar,” ujar Tata. Ia menyesalkan bahwa hanya sekitar 70 persen anggota GNB mendukung Deklarasi New York mengenai Solusi Dua Negara.

Tata juga mengkritik praktik internal yang terlalu birokratis. Ia menyerukan reformasi dalam tubuh GNB agar lebih berorientasi pada hasil nyata. “Kita harus hentikan kebiasaan menyusun ribuan halaman dokumen tanpa dampak langsung bagi rakyat,” katanya.

Dalam konteks multilateralisme, Tata menekankan pentingnya sistem internasional yang adil dan inklusif. Ia menyerukan agar GNB berada di garis depan dalam mendorong reformasi PBB, sekaligus memperjuangkan supremasi hukum internasional yang berpihak pada keadilan—khususnya bagi rakyat Palestina.

Menutup pidatonya, Tata mengajak negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan melalui optimalisasi NAM Centre for South-South Technical Cooperation di Jakarta. “Kita perlu hidupkan kembali semangat kebersamaan, dari GNB untuk GNB — untuk memperkuat kemandirian kolektif,” tegasnya.

Pertemuan yang dipimpin oleh Menlu Uganda, Odongo Jeje Abubakhar, selaku Ketua GNB 2024–2027 ini, mengangkat tema Deepening Cooperation for Shared Global Affluence. Forum menghasilkan Dokumen Final yang merumuskan agenda strategis GNB di bidang perdamaian, pembangunan, perubahan iklim, hingga pengentasan kemiskinan.

Dibentuk dari semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, Gerakan Non-Blok terus mengusung solidaritas dan kerja sama antarnegara berkembang. Partisipasi Indonesia dalam forum ini menegaskan komitmen untuk membawa Spirit Bandung ke panggung global—dari Jakarta ke Kampala, demi dunia yang lebih adil dan setara.

 

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x