x

Wamenlu RI Sampaikan Pesan Presiden Prabowo di Forum Ekonomi Biru Monaco

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Jun 2025 12:52 0 202 Redaksi

Delik Asia, (Monaco) | Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno hadir dalam forum tingkat tinggi Blue Economy and Finance Forum (BEFF) di Monaco, Sabtu (8/6). Dalam forum tersebut, Wamenlu menyampaikan langsung dukungan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penyelenggaraan BEFF 2025.

Forum ini digelar bersamaan dengan UN Ocean Conference (UNOC) ke-3 yang berlangsung di Nice, Prancis. BEFF merupakan prakarsa Pangeran Albert II dari Monaco dan menjadi ajang penting untuk mendorong dialog serta kerja sama global di bidang ekonomi biru.

Tak hanya Indonesia, forum ini juga dihadiri para tokoh dunia. Sejumlah pemimpin negara hadir dan menyampaikan pernyataan penutupan, seperti Pangeran William (Inggris), Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves Robles, Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga Pangeran Albert II selaku tuan rumah.

Di sela-sela forum, Wamenlu RI juga bertemu langsung dengan Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Monaco, Isabelle Berro-Amadeï. Keduanya berdiskusi soal berbagai isu penting. Mulai dari pelestarian terumbu karang, penguatan ekonomi berbasis rumput laut, konservasi mangrove, sampai kerja sama digital dan finansial.

Wamenlu juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan rencana Indonesia menggelar Ocean Impact Summit (OIS) di Bali pada Juni 2026. Ia mengundang Monaco dan negara mitra untuk ikut ambil bagian dalam agenda kelautan yang akan menyoroti solusi perlindungan laut yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian BEFF, Wamenlu RI juga tampil di sesi pleno keempat bertema Ensuring Sustainable Ocean Governance and Finance. Sesi ini dibagi ke dalam dua panel utama. Pada panel pertama bertajuk Looking Forward: Global Solutions for Ocean Finance, hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen dan Wakil Presiden European Investment Bank (EIB) Ambroise Fayolle. Fokus pembahasan: bagaimana menjembatani kesenjangan pembiayaan kelautan dan memperkuat ekosistem ekonomi biru global.

Sementara panel kedua, Statements and Governance Recommendations, diisi pernyataan dari sejumlah pejabat tinggi dunia seperti dari Norwegia, Chile, Vietnam, Palau, dan Cabo Verde, serta perwakilan tinggi PBB. Panel ini menyoroti perlunya kepemimpinan dan strategi kebijakan inovatif untuk menarik lebih banyak investasi dalam ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran Indonesia dalam BEFF 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Konferensi Laut PBB ke-3. Bersama KBRI Paris dan KJRI Marseilles, delegasi RI menunjukkan komitmen kuat dalam diplomasi maritim dan kerja sama global untuk laut yang sehat, lestari, dan memberi manfaat ekonomi bagi semua.[Saf/Red]

Sumber: Kementerian Luar Negeri

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x