x

Wamen Diana Ajak Penerapan BIM untuk Konstruksi Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Feb 2025 23:29 0 169 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan industri konstruksi berbasis teknologi dengan memprioritaskan penerapan Building Information Modelling (BIM). Langkah ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021, yang bertujuan mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Dalam sebuah seminar bertajuk Beyond BIM: The Future of Digital Construction yang digelar di Jakarta pada Rabu, 19 Februari 2025, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari implementasi BIM. Di antaranya, BIM membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi proyek, mengidentifikasi serta mengurangi risiko sejak tahap perencanaan, serta mempermudah proses monitoring dan evaluasi di setiap tahapan pembangunan. Hal ini memungkinkan desain dan konstruksi yang lebih ramping, transparan, dan tanpa kesalahan, serta mempercepat waktu pelaksanaan proyek.

“Keberlanjutan BIM dalam pengelolaan infrastruktur, terutama dalam tahap operasional, sangat penting untuk memastikan sistem manajemen bangunan berjalan optimal. Sistem seperti Building Management System (BMS) dan Building Energy Management System (BEMS) sangat terbantu oleh penerapan BIM. Selain itu, BIM juga mendukung pengembangan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) dalam tahap pemanfaatan infrastruktur,” ujar Diana dalam acara tersebut.

Hingga tahun 2024, Kementerian PU telah menerapkan BIM pada lebih dari 28 proyek besar di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah 14 pasar yang tersebar di wilayah Sumatera Barat, NTB, Jawa Tengah, Bali, Ambon, Manokwari, dan Padang. Selain itu, ada juga proyek fasilitas olahraga seperti Arena Aquatic di Papua dan Stadion Utama Sumatera Utara, serta 8 fasilitas pendidikan, termasuk kampus dan prototipe sekolah. Penerapan BIM juga diwajibkan pada proyek-proyek di Ibu Kota Negara (IKN).

Dalam upaya mendukung implementasi BIM, Kementerian PU juga telah menyusun berbagai kebijakan, termasuk mencantumkan persyaratan personil BIM dalam dokumen tender dan menerapkan e-katalog untuk mengoptimalkan mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan proyek. Selain itu, Kementerian PU berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan terkait perangkat lunak dan perangkat keras untuk tim BIM, serta menyelenggarakan kegiatan seperti BIM week untuk meningkatkan kesadaran dan mempercepat implementasi teknologi ini.

Diana Kusumastuti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mendorong transformasi digital di sektor konstruksi. Dengan pengawasan, pemeriksaan, dan pembinaan yang terus ditingkatkan, penerapan BIM diharapkan dapat meningkatkan standar konstruksi serta keselamatan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan penerapan BIM secara konsisten di seluruh Indonesia. Transformasi digital di sektor konstruksi tidak hanya akan meningkatkan kualitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan,” tutup Diana.

Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap penerapan BIM dapat menjadi kunci untuk menciptakan infrastruktur yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x