
Lampung Tengah, (Delik Asia) | Suasana haru dan penuh doa menyelimuti Masjid Jabal Rahmah Mapolres Lampung Tengah saat jajaran Polres Lampung Tengah bersama masyarakat menggelar salat gaib dan doa bersama untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, anggota Dit Intelkam Polda Lampung yang gugur saat menjalankan tugas menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Wakapolres Lampung Tengah, Kompol Heru Sulistyananto, S.H., M.H., mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., serta diikuti personel Polri, ASN, dan masyarakat yang turut larut dalam doa serta penghormatan terakhir kepada almarhum.
Pelaksanaan salat gaib dipimpin langsung oleh Ust. Abdul Karim selaku tokoh agama sekaligus Ketua Yayasan Panti Asuhan Yatim Ar-Rahmah Bandar Jaya Barat.
Dalam keterangannya, Wakapolres Lampung Tengah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan mendalam atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

“Semoga almarhum husnul khotimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa salat gaib dan doa bersama tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polres, tetapi juga digelar secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran Polres Lampung Tengah sebagai simbol solidaritas dan rasa kehilangan atas gugurnya seorang Bhayangkara terbaik.
“Ini menjadi bentuk penghormatan dan duka cita mendalam dari seluruh keluarga besar Polri atas gugurnya rekan kami saat menjalankan tugas negara,” imbuhnya.
Diketahui, Bripka Anumerta Arya Supena gugur setelah tertembak saat berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di depan sebuah toko kue di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (10/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, almarhum datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street hitam bernomor polisi BG 6138 ACY. Setibanya di lokasi, korban memergoki dua pria yang diduga tengah berusaha mencuri sepeda motor Honda Beat biru putih BE 2826 NBM yang terparkir di area toko.
Ketika almarhum menegur para pelaku, salah satu pelaku diduga langsung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Akibat insiden tersebut, korban sempat menjalani penanganan medis dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Lampung.
Peristiwa tragis tersebut menjadi bukti nyata besarnya dedikasi dan pengabdian insan Bhayangkara dalam menjaga keamanan masyarakat. Pengorbanan Bripka Anumerta Arya Supena tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan institusi Polri, tetapi juga menghadirkan duka bagi masyarakat luas yang kehilangan sosok aparat berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.

Tidak ada komentar