x

Jelang Arus Mudik, Gapasdap Merak Gelar Istighosah Keselamatan, Kelancaran Dan Santuni Anak Yatim

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 22:53 0 136 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak menggelar istighosah dan doa bersama menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (6/3/2026).

Istighosah tersebut dihadiri sejumlah instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi penyeberangan. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama para pemangku kepentingan untuk memohon kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto, mengatakan doa bersama ini diharapkan membawa keselamatan bagi seluruh petugas yang terlibat dalam pelayanan angkutan Lebaran.

“Melalui doa bersama ini semoga seluruh petugas diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat selama masa angkutan Lebaran,” kata Eko.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batu Bara, menyebut kegiatan doa bersama menjelang angkutan Lebaran merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Pelabuhan Merak.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama agar pelayanan penyeberangan kepada masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman.

“Dalam rangka doa bersama yang setiap tahun kita laksanakan, tentu ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama. Kami sebagai operator penyeberangan berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelancaran arus mudik tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi saja, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan dan penyeberangan.

“Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Kita memohon kepada Allah SWT agar kegiatan angkutan Lebaran ini dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi serta penerapan standar keselamatan dalam operasional kapal selama masa angkutan Lebaran.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi sebelumnya telah dibahas mengenai penerapan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang biasanya mulai diberlakukan menjelang puncak arus mudik.

“Dalam rapat koordinasi kami telah menyampaikan bagaimana saat H-10 ketika SKB mulai diberlakukan. Kami berharap penerapan SKB tersebut dapat dilakukan secara fleksibel,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi penyeberangan.

“Transportasi ini, keselamatan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan. Operator harus memastikan kesiapan kapal sebelum beroperasi,” tegasnya.

Kegiatan istighosah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh petugas serta kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Dalam kesempatan itu, panitia juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar kawasan Pelabuhan Merak.(Fbi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x