x

Puslabfor Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Ledakan PT MCI, Sejumlah Alat Bukti Diperiksa

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 14:45 0 19 Redaksi

Serang, (Delik Asia) | Polda Banten terus bergerak mendalami penyebab ledakan yang terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (MCI) yang berlokasi di Jalan Raya Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan penuh kehati-hatian guna memastikan penyebab pasti dari insiden yang sempat menggegerkan masyarakat tersebut.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan, hingga Jumat (29/5/2026), proses investigasi masih terus berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur teknis dan forensik dari Mabes Polri.

Peristiwa ledakan diketahui terjadi pada Senin siang, 25 Mei 2026, di area PTA-1 PT MCI. Berdasarkan keterangan awal pihak perusahaan, aktivitas produksi saat itu berjalan normal sebelum tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari salah satu area fasilitas produksi.

“Untuk hari ini, Jumat 29 Mei 2026, Polda Banten masih melakukan olah tempat kejadian perkara kembali bersama Puslabfor Bareskrim Polri serta melakukan pengambilan alat bukti guna dilakukan uji laboratorium,” ujar Maruli Ahiles Hutapea saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea

Dalam proses pengusutan tersebut, Polda Banten turut melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan tim KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif) Polri guna memastikan seluruh aspek teknis, keselamatan, hingga dampak lingkungan dapat ditelusuri secara komprehensif.

Tak hanya fokus pada pemeriksaan lokasi kejadian, penyidik juga terus melakukan pendalaman terhadap para korban, warga sekitar, serta pihak perusahaan guna melengkapi rangkaian penyelidikan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban, masyarakat sekitar, dan pihak perusahaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata Maruli.

Polda Banten juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil resmi dari proses investigasi yang sedang berjalan.

Perusahaan yang sebelumnya dikenal masyarakat dengan nama PT Mitsubishi Chemical Indonesia itu diduga mengalami insiden akibat tekanan berlebih atau overpressure pada salah satu fasilitas produksi. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran pipa yang dipicu suhu tinggi hingga menyebabkan peningkatan tekanan secara ekstrem.

Foto Istimewah: Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri sedang melakukan pengambilan Alat bukti untuk dilakukan uji Laboratorium. 

“Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan,” jelas Maruli.

Ledakan tersebut tidak hanya menyebabkan kepanikan di area pabrik, namun juga menimbulkan dampak lingkungan berupa kabut putih disertai bau kimia menyengat yang menyebar hingga ke permukiman warga. Sejumlah masyarakat dilaporkan mengalami iritasi mata akibat paparan udara pasca kejadian.

Dua orang korban akibat insiden tersebut saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Begitu menerima laporan kejadian, aparat gabungan dari Polres Cilegon dan Polda Banten bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan penanganan awal dan pengamanan area. Tim Satreskrim Polres Cilegon bersama Unit Identifikasi dan Olah Tempat Kejadian Perkara (Inafis) langsung melakukan pengumpulan bukti fisik untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Di lokasi kejadian, aparat kepolisian telah memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Sementara itu, personel Brimob Polda Banten juga melakukan proses sterilisasi untuk memastikan tidak terdapat unsur radioaktif yang terlepas ke lingkungan sekitar.

Meski demikian, pihak perusahaan menyatakan tidak terdapat kebocoran bahan kimia berbahaya dalam insiden tersebut. Public Relations PT MCI, Dimas Saputro, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang terjadi.

Sebagai langkah penanganan awal, pihak perusahaan juga langsung menghentikan sementara aktivitas pada area terdampak serta melakukan pemeriksaan teknis terhadap instalasi pipa dan reaktor guna mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian memastikan seluruh tahapan investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan mendalam demi mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus menjamin keamanan masyarakat di sekitar kawasan industri.

(*/FBY/RED)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x