x

Tali Kasih Menteri Dody Sapa Siswa dan Tinjau Fasilitas Modern Sekolah Rakyat di Semarang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 21:49 0 19 Redaksi

Semarang, (Delik Asia) | Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan menjadi salah satu kunci memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” tegas Menteri Dody saat meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (18/7/2026).

Di sela peninjauan, Menteri Dody juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan ramah, ia melayani permintaan tanda tangan para siswa di kartu pengenal mereka serta meninjau kegiatan makan siang di kantin untuk memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar mendukung kebutuhan peserta didik.

Tahun ini, Sekolah Rakyat Kota Semarang menerima 263 peserta didik baru yang terdiri atas 89 siswa jenjang SD, 87 siswa SMP, dan 87 siswa SMA. Kehadiran Menteri Dody menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa yang baru memulai kehidupan di sekolah berasrama tersebut.

Selain memastikan progres pembangunan, Menteri Dody juga memberikan perhatian pada aspek operasional dan pemeliharaan fasilitas. Secara umum, ia menilai kualitas pembangunan sekolah sudah sangat baik, namun meminta pengelola menyediakan tempat sampah di setiap kamar mandi guna menjaga kebersihan serta mencegah gangguan pada sistem drainase.

“Bagus kok, secara kualitas bangunan lebih bagus. Yang penting seperti biasa lah, minta tolong pengelola untuk menyediakan bak sampah di kamar mandi karena tanpa bak sampah repot loh, anak-anak biasa buangnya sembarangan di kamar mandi. Takutnya kebuntu drainasenya. Tapi secara overall saya lihat tempat cuci air juga mengalir langsung ke drainasenya,” ujarnya.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan konsep kawasan terintegrasi ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas jenjang SD hingga SMA, laboratorium, asrama, masjid, gedung ibadah, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan voli.

Infrastruktur pendukung juga telah disiapkan untuk menunjang operasional sekolah, di antaranya layanan air bersih yang dipasok melalui jaringan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang berkapasitas 2 liter per detik serta sistem drainase berbasis kolam retensi. Adapun optimalisasi koneksi saluran drainase ke sistem kota akan terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Daerah.(*/YASIN).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x