Di hadapan komunitas bisnis AS, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah, tetapi juga strategis bagi industri masa depan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa daya tarik investasi Indonesia tidak semata bertumpu pada komoditas, melainkan juga pada percepatan industrialisasi yang tengah dijalankan pemerintah.
“Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik,” ujar Prabowo.
Dari sisi sumber daya alam, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang berperan penting dalam rantai pasok teknologi global, termasuk kendaraan listrik dan energi terbarukan.

“Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, pada aspek industrialisasi, Prabowo menekankan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Ia menyebut Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai motor utama penggerak strategi tersebut.
Menurut Prabowo, Danantara akan menginisiasi sedikitnya 18 proyek hilirisasi pada tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan nilai investasi mencapai Rp50,4 triliun atau setara USD 3 miliar.
“Kami terus bergerak di hilirisasi industri, di mana Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan potensi tersebut, Prabowo berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga sebagai basis produksi utama di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai skala ekonomi nasional yang besar menjadikan Indonesia mitra strategis jangka panjang bagi pelaku usaha global.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim investasi melalui kepastian regulasi, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, faktor-faktor tersebut merupakan prasyarat utama dalam menarik investasi asing langsung.
“Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau berinvestasi dalam situasi yang penuh ketidakpastian, ketidakstabilan, atau kekacauan,” pungkas Prabowo.(*/FBi-Red)









Tidak ada komentar