x

Prabowo: Pertemuan Perdana Board of Peace untuk Upayakan Perdamaian di Gaza

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 19:34 0 131 Redaksi

Washington D.C. (Delik Asia) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa pertemuan perdana Board of Peace yang digelar pada Kamis (19/2) akan memfokuskan pembahasan pada implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Business Forum bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat.

“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting. Ini merupakan pertemuan resmi pertama guna membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza. Kami terus merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, Indonesia secara konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, namun berperan aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.

“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar, serta berkomitmen menjalankan Good Neighbor Policy,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin (16/2), Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina, New York, Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menegaskan dukungan konsisten Indonesia terhadap Palestina, komitmen mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta pentingnya implementasi solusi dua negara (two-state solution).

Sugiono juga menyampaikan partisipasi Presiden Prabowo dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. bersama para pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 8, yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB serta upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata Sugiono.(*/FBI)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x