x

Dalam Sepekan, Kasus WNI di Kamboja Capai 2 Ribu Orang

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Jan 2026 12:12 0 42 Redaksi

Phnom Penh, Kamboja, (Delik Asia) | Dalam sepekan terakhir, periode 16–23 Januari 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh menangani 2.117 Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang langsung ke kantor perwakilan RI dan mengajukan permohonan fasilitasi kepulangan ke Tanah Air. Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses penanganan di lapangan.

Lonjakan signifikan terjadi pada 22 Januari 2026 dengan penambahan 224 WNI, disusul 164 WNI lainnya pada 23 Januari 2026 hingga pukul 17.00 waktu setempat. Dengan demikian, total WNI yang ditangani meningkat dari 1.726 orang pada periode 16–21 Januari 2026 menjadi 2.117 orang.

Peningkatan tajam ini merupakan dampak langsung dari razia Pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan daring (online scam), yang mendorong banyak warga negara asing, termasuk WNI, keluar dari lokasi sindikat. Situasi serupa juga terlihat di sejumlah kedutaan besar negara lain di Phnom Penh yang dipadati ratusan warganya.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menegaskan bahwa KBRI terus mengupayakan percepatan proses kepulangan WNI. “KBRI tengah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI memperoleh percepatan penerbitan exit permit serta keringanan sanksi keimigrasian,” ujarnya.

KBRI Phnom Penh juga terus melakukan pendataan, asesmen kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Untuk mendukung penanganan tersebut, Kementerian Luar Negeri telah menambah dukungan sumber daya manusia (SDM), yang dalam waktu dekat akan diperkuat oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, termasuk dukungan peralatan.

Sementara itu, bagi WNI yang masih memiliki paspor dan visa berlaku, KBRI mendorong agar segera membeli tiket secara mandiri. Puluhan WNI telah melakukan pembelian tiket dan dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Bahkan, tidak sedikit WNI yang telah kembali ke Tanah Air tanpa melaporkan kepulangannya kepada KBRI.

KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI untuk tetap bersabar dan tertib dalam mengikuti seluruh tahapan proses kepulangan. “KBRI berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik bagi setiap WNI yang memohon fasilitasi,” tegas Dubes Santo.

Besarnya jumlah WNI yang ditangani turut meningkatkan kompleksitas penanganan kasus. Sepanjang tahun 2025, KBRI Phnom Penh menangani 5.088 kasus WNI, atau rata-rata 15–30 kasus per hari. Angka tersebut jauh di bawah kondisi sepekan terakhir, di mana aduan baru sempat mencapai 520 kasus dalam satu hari.

Di sisi lain, KBRI juga mengingatkan WNI agar waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan KBRI. Seluruh layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali biaya resmi penerbitan SPLP sesuai ketentuan yang berlaku.

KBRI Phnom Penh turut mengimbau WNI untuk menjaga komunikasi serta menginformasikan kondisi mereka kepada keluarga dan kerabat di Indonesia, agar dukungan dari Tanah Air dapat memperlancar proses kepulangan.(*/Red)

 

Sumber: KBRI Phnom Penh

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x