x

Misteri Hilangnya Wartawan: Kapolda Banten Kepung Jalur Laut, Jejak Korban Terus Dikejar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 09:29 0 7 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Di tengah luasnya perairan Selat Sunda, harapan untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak terus diperjuangkan. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin patroli laut untuk mencari rombongan wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Sabtu (12/9/2026).

Dari Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Kota Cilegon, Kapolda Banten bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si., Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, S.I.K., dan sejumlah PJU Polda Banten bergerak menggunakan kapal Polairud Polda Banten.

Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran turut menyambut dan mendukung keberangkatan tim pencarian dari Dermaga 5 A.1 Pelabuhan Pelindo II Ciwandan.

Sekitar pukul 07.00 WIB, kapal Sanjaya milik Polairud Polda Banten bertolak membawa personel Polairud dan tim SAR, tim jurnalis, serta perwakilan keluarga korban. Mereka menyusuri perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan speedboat Arupadhatu 1 yang sebelumnya membawa rombongan menuju Gunung Anak Krakatau.

Speedboat tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan yang berjumlah delapan orang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal dan seorang pemandu wisata.

Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas. Selain itu terdapat awak kapal Surakman atau Sukarman dan pemandu wisata Heriyanto.

Rombongan tersebut diketahui bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus meliput aktivitas erupsi gunung api. Perjalanan yang dalam kondisi normal diperkirakan sekitar dua jam itu kemudian terputus komunikasi.

Pencarian yang dipimpin langsung Kapolda Banten menjadi bentuk keseriusan kepolisian dalam memastikan setiap kemungkinan terus diupayakan. Bukan sekadar operasi pencarian, langkah tersebut juga menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga yang masih menunggu kabar dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Dengan melibatkan personel Polairud, tim SAR, serta unsur terkait lainnya, pencarian terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan koordinasi di tengah kondisi perairan Selat Sunda.

Harapan masih terus menyala. Di setiap bentangan laut yang disisir, doa keluarga dan seluruh tim pencarian mengiringi upaya menemukan mereka yang hingga kini masih dinantikan kepulangannya.(*/FBY/RADEN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x