x

Sinergi TNI AL–Bea Cukai Nunukan, Penyelundupan Barang Branded Asal Malaysia Digagalkan

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 00:39 0 9 Redaksi

Nunukan, (Delik Asia) | Satuan tugas gabungan dari Quick Response Lanal Nunukan bersama Bea Cukai Nunukan berhasil mematahkan upaya penyelundupan berbagai komoditas bermerek (branded) asal Tawau, Malaysia.

Operasi penindakan yang berlangsung di Pangkalan Tradisional Jamaker, Kalimantan Utara, pada Sabtu kemarin ini berhasil mengamankan puluhan item mulai dari tas, sepatu, hingga pakaian yang masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia.

Keberhasilan ini berawal dari deteksi informasi mengenai pengiriman barang ilegal dari Malaysia menuju Nunukan. Menindaklanjuti data tersebut, tim gabungan segera melakukan koordinasi dan penyisiran terhadap KM Cahaya Jamaker (GT 28).

Saat pemeriksaan intensif dilakukan, petugas menemukan empat kardus dan dua koper yang disembunyikan di area palka bagian buritan kapal.

Hasil pengecekan fisik menunjukkan bahwa seluruh barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan yang sah.

Berdasarkan penghitungan awal dari pihak Bea Cukai Nunukan, total nilai barang sitaan tersebut diperkirakan mencapai Rp88.230.903.

Penyelundupan ini berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp41.509.779 yang bersumber dari bea masuk, PPN, dan PPh.

Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi lintas instansi di wilayah perbatasan.

Langkah ini diambil untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional serta mencegah praktik perdagangan ilegal yang dapat merugikan masyarakat luas.

Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses hukum sesuai Undang-Undang Kepabeanan.

Operasi ini juga sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan peningkatan kewaspadaan dan penegakan hukum secara profesional di seluruh wilayah kedaulatan laut Indonesia.

Keberadaan unsur TNI AL di perbatasan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan dari berbagai bentuk ancaman transnasional.(*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x