x

Rayakan Lunar New Year 2026, SCBD Park dan SCBD Weekland Hadirkan Harmoni Budaya Lewat “Ride to Luck”

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Feb 2026 14:21 0 239 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Menyambut Tahun Baru Lunar New Year 2026, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) menghadirkan rangkaian perayaan bertema “Ride to Luck” (Join the Journey, Catch the Luck). Perayaan ini mengusung semangat optimisme, keberuntungan, dan harmoni budaya di jantung kawasan bisnis ibu kota.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan, menilai perayaan tersebut merefleksikan kekuatan Indonesia dalam keberagaman.

“Kita merayakan dengan cara yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Bukan keseragaman yang menjadi kekuatan kita, melainkan keberagaman. Melalui momen ini, kebersamaan menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi kemajuan Indonesia,” ujar Veronica.

Akulturasi Budaya di Pusat Bisnis

Melalui kolaborasi Kawasan Niaga SCBD, SCBD Park, dan SCBD Weekland, perayaan ini menghadirkan perpaduan tradisi Tionghoa dan budaya Betawi. Atraksi barongsai dan tarian naga berpadu dengan seni Betawi, menciptakan ruang kebersamaan yang merepresentasikan wajah multikultural Jakarta.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, Isyana Bagoes Oka, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan keluarga yang memanfaatkan momentum libur panjang.

“Momentum seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini. Di tengah keragaman, kita harus tetap bersatu untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Perayaan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertajuk Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman, yang mendorong penguatan toleransi sekaligus pariwisata perkotaan.

Penguatan UMKM dan Pariwisata Kota

Ketua Panitia Acara, Ananta Pribadi, menegaskan tema Ride to Luck menjadi simbol optimisme di awal tahun.

“Kami ingin mengajak masyarakat memulai perjalanan baru dengan penuh optimisme. Harmoni budaya Tionghoa dan Betawi di kawasan modern seperti SCBD menunjukkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif,” ujarnya.

Tahun ini, Lunar New Year dan Cap Go Meh terasa semakin istimewa karena beririsan dengan awal bulan suci Ramadhan 2026. Momentum tersebut menjadi simbol harmonisasi lintas budaya dan agama melalui pertunjukan seni, dekorasi tematik, serta interaksi antar komunitas di kawasan bisnis terbesar Jakarta.

Sorotan Utama Perayaan “Ride to Luck”

  1. Akulturasi Budaya
    Pertunjukan seni tradisional Tionghoa dikolaborasikan dengan budaya Betawi. Rangkaian acara berlangsung sejak awal Februari dan mencapai puncak pada 16–17 Februari serta 1 Maret 2026.

  2. Pemberdayaan UMKM
    Sebanyak 80 UMKM binaan SCBD meramaikan Lunar New Year Market dengan kuliner khas Lunar New Year dan hidangan Nusantara, didukung transaksi nontunai melalui Bank Artha Graha Internasional.

  3. Destinasi Inklusif
    Seluruh rangkaian hiburan dan atraksi budaya terbuka gratis untuk umum, memperkuat posisi SCBD sebagai ruang publik inklusif di pusat kota.

Sinergi Kawasan dan Dukungan Korporasi

Kesuksesan perayaan ini didukung unit usaha di bawah naungan Artha Graha Network dan Artha Graha Group. Sebagai pengelola kawasan, PT Danayasa Arthatama memastikan integrasi fasilitas dan kenyamanan pengunjung.

Pilar filantropi Artha Graha Peduli (AGP) turut berperan melalui pendampingan UMKM, memperkuat peran pelaku usaha kecil dalam aktivitas ekonomi di pusat bisnis Jakarta.

Tentang Kawasan SCBD

SCBD merupakan kawasan niaga terpadu seluas sekitar 45 hektare di Jakarta Selatan. Dikembangkan sejak 1990-an, kawasan ini bertransformasi menjadi distrik bisnis modern dengan infrastruktur terintegrasi dan pengelolaan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Sebagai pengembangan kawasan, SCBD menghadirkan SCBD Park sebagai urban oasis dan SCBD Weekland sebagai destinasi hiburan akhir pekan yang menggabungkan festival budaya dan bazar UMKM.

Melalui perayaan “Ride to Luck”, SCBD menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan penggerak ekonomi kreatif, sekaligus mengukuhkan keberagaman sebagai kekuatan masa depan Jakarta.(*Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x