x

Momentum Libur Akhir Tahun, Garuda Indonesia Group Angkut 1,5 Juta Penumpang

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Jan 2026 15:34 0 38 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Garuda Indonesia Group resmi menyelesaikan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mencatatkan kinerja positif melalui pengangkutan sedikitnya 1,5 juta penumpang sepanjang periode libur akhir tahun.

Selama masa peak season yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, Garuda Indonesia Group mengoperasikan total 10.400 penerbangan untuk melayani peningkatan mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi domestik maupun internasional.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, menyampaikan bahwa ketersediaan kapasitas kursi yang disiapkan selama periode libur akhir tahun merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran arus perjalanan masyarakat.

“Ketersediaan kursi yang kami hadirkan di musim liburan akhir tahun tersebut menjadi representasi komitmen Garuda Indonesia Group dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat, khususnya menuju destinasi pilihan baik domestik maupun internasional yang meningkat signifikan selama peak season berlangsung,” ujar Dani.

Ia menjelaskan, tingkat keterisian kursi yang tercatat selama periode tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan perjalanan masyarakat, serta didukung oleh implementasi kebijakan penyesuaian harga tiket dari Pemerintah RI selama masa peak season Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Dalam catatan arus keberangkatan libur akhir tahun, tingkat keterisian penumpang tertinggi—di atas 90%—tercatat pada sejumlah rute domestik utama dari Jakarta menuju Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara itu, untuk rute internasional, tingkat keterisian tinggi tercatat pada penerbangan dari Jakarta menuju Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon.

Selain capaian trafik penumpang, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan peningkatan kinerja operasional. Sepanjang periode peak season, rata-rata On-Time Performance (OTP) mencapai 89%, meningkat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang berada di level 86%.

Adapun Citilink bersama Garuda Indonesia turut mencatatkan rata-rata OTP First Departure harian hingga 99%, naik dari 97% pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme operasional harian dan konsistensi ketepatan waktu pada penerbangan selanjutnya.

Menurut Dani, capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh, mulai dari kesiapan armada dan awak pesawat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

“Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Oleh karenanya, kesiapan armada, awak pesawat, serta koordinasi layanan kebandarudaraan kami pastikan berjalan optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, Garuda Indonesia Group akan terus memperkuat langkah-langkah optimalisasi operasional, termasuk peningkatan disiplin waktu pada penerbangan pertama, pengoperasian posko Nataru GA Group, penguatan koordinasi ground handling, serta monitoring operasional secara real-time guna menjaga konsistensi kinerja ketepatan waktu.

“Kami menyampaikan terima kasih atas sinergi seluruh pemangku kepentingan yang mendukung kelancaran operasional selama periode ini. Kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam menjaga momentum perbaikan kinerja operasional Garuda Indonesia Group secara berkelanjutan,” tutup Dani.(*/Feby)

Sumber: Corcom PT Garuda Indonesia Group

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x