x

Menuju Kota Sehat 2025, Cilegon Ikuti Verifikasi Nasional

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Agu 2025 22:15 0 79 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Pemerintah Kota Cilegon mengikuti proses verifikasi lanjutan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional 2025. Proses tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, didampingi Sekretaris Daerah Maman Mauludin, secara daring dari Ruang Rapat Asisten Daerah, Kamis, 21 Agustus 2025.

Verifikasi ini menjadi bagian dari penilaian akhir KKS yang tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Murti Utami, menyebut bahwa penyesuaian dilakukan untuk merespons dinamika global dan arah baru pembangunan kesehatan nasional.

“Tahun ini cukup berbeda. Kita melakukan sejumlah penyesuaian sebagai respons atas dinamika global, arah pembangunan nasional, serta semangat transformasi kesehatan,” ujar Murti.

Murti juga mengingatkan bahwa hasil verifikasi merupakan kewenangan penuh tim pusat. Ia meminta daerah tidak mempersoalkan hasil akhir. “Apa pun hasilnya, saya harap pemerintah daerah bisa menerima dengan lapang dada,” kata dia.

Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, hanya tiga yang lolos ke tahap verifikasi lanjutan: Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Pembina KKS Provinsi Banten, Andra Soni.

“Kami melihat ketiga kota ini punya keunggulan dalam pelaksanaan program KKS. Kami akan terus mengawal proses ini hingga selesai,” ujar Andra.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan untuk mendukung terwujudnya kota sehat. Salah satu fokusnya adalah digitalisasi layanan kesehatan.

“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas layanan,” kata Fajar.

Ia juga memaparkan bahwa Pemerintah Kota Cilegon telah membentuk kelompok masyarakat di seluruh kelurahan dan mengalokasikan anggaran khusus untuk sektor kesehatan. Selain itu, setiap RW mendapatkan dana Rp100 juta untuk pembangunan sarana lingkungan.

“Langkah ini untuk memastikan program kesehatan berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Pemkot juga menggandeng dunia industri untuk mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan. Di sisi lain, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian, melalui edukasi dan pembentukan bank sampah di setiap kelurahan.

“Kami dorong masyarakat agar terlibat langsung dalam pengelolaan sampah berkelanjutan,” kata Fajar.[Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x