x

Kunjungi Kemendagri, Ketum Kadin Bahas Peran UMKM dan Program MBG

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Agu 2025 22:58 0 86 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi di daerah. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Tito dan Anindya membahas sejumlah agenda strategis, termasuk keterlibatan Kadin dalam mendukung pemberdayaan UMKM dan koperasi di daerah, serta partisipasinya dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Covid memberi pelajaran, salah satu poinnya adalah bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi,” kata Tito.

Ia mencontohkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tetap mencatat pertumbuhan ekonomi positif saat pandemi Covid-19 berlangsung, berkat kekuatan sektor UMKM. Sebaliknya, sejumlah daerah lain mengalami kontraksi ekonomi yang cukup dalam.

Suasana pertemuan antara Kemendagri dan Kadin Indonesia di Jakarta. Kadin diharapkan ikut mendorong Pemda lebih kreatif dalam meningkatkan PAD dan membangun ekosistem usaha yang sehat.

Tito menyebut penguatan sektor UMKM di daerah dapat membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus mengurangi ketergantungan fiskal terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) lebih kreatif dalam membuka ruang ekonomi baru melalui penguatan pelaku usaha lokal.

“Kalau daerah ingin fiskalnya kuat, jangan hanya mengandalkan dana transfer pusat. UMKM bisa jadi kunci untuk memperkuat PAD,” ujarnya.

Selain UMKM, Tito juga menyinggung peran strategis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, BUMD perlu dikelola secara profesional agar dapat memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Ia menilai peran Kadin yang memiliki jaringan luas di berbagai daerah dapat menjadi mitra penting Pemda dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan BUMD.

Lebih lanjut, Tito mendorong kepala daerah untuk memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu mengenali potensi ekonomi daerah dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Ia menekankan pentingnya reformasi birokrasi di tingkat daerah, termasuk penyederhanaan proses perizinan bagi dunia usaha.

“Daerah yang maju adalah daerah yang swastanya hidup,” kata Tito.

[Safitri/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x