x

Kemenekraf Harapkan Dampak Positif bagi Perajin Lokal dalam 5th MNEK 2025 di Bali

waktu baca 3 menit
Minggu, 16 Feb 2025 23:38 0 249 Redaksi

DelikAsia.com, (Bali) | Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menegaskan harapan besar terhadap pergelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 yang berlangsung di Bali. Lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif, termasuk para perajin lokal, turut berpartisipasi dalam acara bertaraf internasional ini. Kemenekraf berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian daerah, khususnya bagi perajin lokal di Bali.

“MNEK 2025 dihadiri oleh sekitar 3.500 hingga 4.000 personel. Tentunya, kami berharap acara ini memberi dampak positif tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga dapat mendorong perekonomian daerah, terutama bagi para perajin lokal yang ada di Bali,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif, Riefky, usai menghadiri upacara pembukaan 5th MNEK 2025 dan International Fleet Review di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Minggu (16/2).

Kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut ini mengusung tema Maritime Partnership for Peace and Stability dan diikuti oleh 39 negara. MNEK 2025 bertujuan untuk memperkuat kerjasama internasional dalam bidang keamanan maritim, bantuan kemanusiaan, dan penanggulangan bencana alam.

Riefky menambahkan bahwa terpilihnya Bali sebagai tuan rumah juga merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar kemandirian bangsa. Dengan berlangsungnya MNEK 2025 selama lima hari, dari 15 hingga 22 Februari 2025, diharapkan perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dapat berkembang lebih pesat.

Gelaran ini turut menyoroti keberagaman kerajinan khas Bali yang menjadi daya tarik bagi peserta dan pengunjung, baik domestik maupun mancanegara. Salah satu perajin lokal, I Nyoman Weda, yang memamerkan hasil karyanya berupa patung dan ukiran aksesoris, mengaku senang dan antusias dapat berpartisipasi dalam ajang besar ini.

“Para pengrajin sangat antusias mengikuti acara ini karena banyak tamu asing yang datang. Banyak dari mereka yang belum mengenal kerajinan Bali, dan banyak pula yang tertarik dengan hasil karya kami. Semoga ke depannya karya seniman seperti kami bisa semakin dikenal dan berkembang,” ujar Nyoman Weda dengan penuh semangat.

Senada dengan itu, Wayan Sadra, seorang seniman yang ahli dalam seni egg painting, juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan karyanya yang unik. Melukis di atas cangkang telur, yang merupakan salah satu seni langka, menarik perhatian pengunjung yang hadir.

“Saya sangat senang bisa ikut dalam acara ini. Para tamu yang datang cukup antusias melihat keunikan karya kami. Saya memamerkan lukisan di kulit telur, ukiran kulit telur, serta karya seni dari batok kelapa. Harapannya, seni kami bisa semakin dikenal di dunia internasional,” ujar Wayan Sadra.

Gelaran 5th MNEK 2025 ini diharapkan tidak hanya memperkuat kerjasama internasional, tetapi juga memberi peluang besar bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Bali, untuk memperkenalkan dan mengembangkan karya seni mereka ke pasar global.[Bram/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x