x

Kemacetan 8 Kilometer di Pelabuhan Ketapang, Kemenhub Turun Tangan

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Agu 2025 09:32 0 201 Redaksi

Delik Asia, (Ketapang) | Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bergerak cepat menangani kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga delapan kilometer pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Sebagian besar kendaraan yang tertahan adalah truk logistik.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebut kemacetan ini sebagai dampak dari cuaca buruk yang sempat memaksa penutupan pelabuhan, serta aksi demonstrasi sopir truk pada 1 Agustus yang menutup akses pintu masuk pelabuhan.

“Penumpukan kendaraan ini tidak serta-merta terjadi. Ada cuaca ekstrem dan aksi unjuk rasa yang sama-sama berdampak langsung terhadap kelancaran operasional pelabuhan,” kata Masyhud dalam keterangannya.

Menurut Masyhud, penutupan pelabuhan dilakukan demi alasan keselamatan pelayaran. Ia merinci bahwa angin kencang dan gelombang tinggi menjadi faktor dominan pada penutupan sementara yang terjadi pada 29 dan 30 Juli lalu.

Pada 29 Juli, pelabuhan sempat ditutup dua kali—pertama mulai pukul 08.27 hingga 11.35 WIB, dan kedua dari pukul 23.35 hingga 00.35 WIB. Sehari kemudian, pada 30 Juli, pelabuhan kembali ditutup sementara dari pukul 12.35 hingga 15.00 WIB karena kondisi serupa.

Untuk mengurai antrean, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan 27 kapal penyeberangan yang beroperasi penuh, masing-masing dengan 8 trip per hari. Kapal-kapal itu tersebar di Dermaga MB (19 unit) dan Dermaga LCM (8 unit). Sistem pemantauan antrean dilakukan secara real-time untuk mempercepat respons terhadap kondisi di lapangan.

“Kami menangani ini dengan prinsip keselamatan sebagai prioritas utama, tanpa mengabaikan kelancaran layanan publik,” kata Masyhud.

Berdasarkan data dari BMKG, cuaca di wilayah Selat Bali pada Sabtu pagi terpantau cerah berawan, dengan kecepatan angin berkisar 6–20 knot dari tenggara. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4–1,8 meter, dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer.

Masyhud menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan operator pelayaran seperti ASDP untuk mengatur lalu lintas kendaraan serta menjaga ketertiban di area pelabuhan.

“Saat ini arus kendaraan mulai bergerak, dan kami terus percepat rotasi kapal agar sisa antrean segera terurai,” ujar dia.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat dan para pengguna jasa untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas di lapangan.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x