x

Forum Komunikasi Media 2025: BI Kalteng Bongkar Peran AI di Dunia Jurnalistik

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Okt 2025 17:21 0 67 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Di tengah derasnya arus digitalisasi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah (BI Kalteng) menggelar Forum Komunikasi Media (FKM) 2025 sebagai bentuk sinergi dengan insan pers. Acara berlangsung di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (9/10), dengan tema “Peran Media Sebagai Mitra Strategis Bank Indonesia di Era Digital.”

Forum ini tidak sekadar ajang temu wartawan, tetapi juga wadah peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghadapi tantangan era teknologi, khususnya terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam jurnalisme. “Ini agenda tahunan untuk jurnalis Kalteng. Tahun ini kita belajar AI dan etikanya dalam dunia jurnalisme,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Ardian Pangestu, dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan jurnalis dalam menghadapi pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat yang kini serba digital. Ardian berharap pelatihan ini bisa membawa manfaat nyata bagi peserta dan memperkuat peran media sebagai mitra strategis Bank Indonesia.

AI Bukan Musuh, Tapi Mitra

Hadir sebagai narasumber utama, Haresti Asysy Amrihani — praktisi media sekaligus kandidat doktor Ilmu Komunikasi FISIP UI — membedah bagaimana AI telah menjadi alat bantu yang semakin relevan dalam dunia jurnalistik.

“AI bukan untuk menggantikan jurnalis, tapi untuk meningkatkan efisiensi kerja jurnalisme,” tegas Haresti.

Ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan dalam banyak aspek, mulai dari penyaringan informasi, penulisan otomatis, analisis tren, hingga deteksi hoaks. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dibarengi literasi digital dan pemahaman etika.

“Kalau kita tidak pelajari teknologinya, kita akan tertinggal. Jurnalis adalah garda terdepan penyampai informasi yang dapat dipercaya. Maka menguasai AI sekarang adalah kebutuhan,” tambahnya.

Simulasi ChatGPT dan Grok

FKM 2025 juga menghadirkan Faiz Ghifari, CEO platform edukasi Belajarlagi, yang membimbing para jurnalis mempraktikkan langsung penggunaan AI dalam peliputan. Mulai dari eksplorasi ChatGPT, hingga tools seperti Grok untuk analisis cepat dan penulisan otomatis berbasis data.

Puluhan jurnalis dari berbagai media di Kalimantan Tengah antusias mengikuti sesi simulasi dan tanya jawab, membuktikan bahwa minat terhadap adaptasi teknologi di kalangan pewarta semakin besar.

Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Melalui FKM ini, BI Kalteng berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara institusi dan media, sekaligus mendorong jurnalis agar tidak hanya adaptif, tetapi juga kompetitif di tengah derasnya transformasi digital.

“Kita ingin tumbuh bersama media. Karena peran jurnalis sangat penting untuk menjaga keseimbangan informasi publik, apalagi di era AI,” tutup Ardian.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x