x

Dari Integrasi Data ke Produksi Berkelanjutan, PEP Sangasanga Field Bertahan di Atas 400 BPH

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Feb 2026 22:05 0 81 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field kembali menorehkan kinerja positif melalui keberhasilan uji produksi pada sumur pengembangan NKL-1183. Sumur yang berada di wilayah Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tersebut menunjukkan potensi produksi minyak yang menjanjikan.

Dalam tahap pengujian, sumur NKL-1183 mampu menghasilkan minyak dengan laju alir mencapai 520 barel minyak per hari (bph). Hingga kini, performa produksinya terpantau stabil dengan capaian konsisten di atas 400 bph, sehingga memberikan tambahan signifikan terhadap pasokan migas di wilayah kerja Kalimantan Timur.

Proses pengeboran sumur ini dilaksanakan selama 26 hari, dimulai pada 14 Desember 2025 dan rampung pada 8 Januari 2026. Kegiatan tersebut berjalan efisien, tercermin dari realisasi biaya yang hanya mencapai sekitar 76 persen dari total anggaran yang telah direncanakan.

Keberhasilan pengeboran tidak lepas dari pemanfaatan teknologi directional drilling dengan dukungan rig milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berkapasitas 700 horse power. Rig tersebut digunakan untuk menembus kedalaman hingga 1.545 meter, guna menjangkau target reservoir yang dinilai paling prospektif.

Dari sisi teknis, terobosan utama dicapai melalui strategi pemetaan ulang reservoir dengan menggabungkan data statik dan dinamik secara menyeluruh. Tim Subsurface Development & Planning Zona 9 berhasil mengidentifikasi potensi minyak yang belum terproduksi optimal, terutama pada lapisan batu pasir B08 di kedalaman 650–670 meter measured depth (mMD).

Pendekatan ini membuka kembali peluang pada cadangan minyak yang sebelumnya terabaikan akibat tingginya produksi kumulatif di masa lalu. Hasilnya, sumur NKL-1183 menjadi bukti efektivitas integrasi data dalam mendukung keberhasilan eksploitasi lapangan migas matang.

Capaian tersebut memperkuat optimisme PEP Sangasanga Field untuk melanjutkan pengembangan di area-area eksisting lainnya. Di samping mengejar peningkatan produksi, perusahaan tetap menempatkan aspek keselamatan, lingkungan, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pijakan utama dalam setiap kegiatan operasional.

Ke depan, keberhasilan ini diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi alamiah sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional melalui optimalisasi potensi migas dari Bumi Kalimantan.(*/FBI-Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x