x

Cilegon Siaga Sambut Arus Mudik, 16 Posko dan Tiga Pelabuhan Pendukung Disiapkan

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Mar 2026 19:50 0 78 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon menunjukkan kesiapan penuh dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026. Kesiapan itu ditandai melalui Apel Siaga Operasi Ketupat 2026 yang digelar di depan Markas Polres Cilegon, Kamis, 12 Maret 2026.

Apel tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait untuk memastikan perjalanan para pemudik menuju Pulau Sumatera melalui wilayah Cilegon berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, pola pengamanan arus mudik telah dimatangkan melalui berbagai rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda. Fokus utama pengamanan adalah penempatan personel di sejumlah titik krusial yang berpotensi menjadi simpul kepadatan.

Dokumentasi: Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon mengikuti Apel Siaga Operasi Ketupat 2026 di depan Mapolres Cilegon, Kamis (12/3/2026), sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran.

“Kami telah menyiapkan total 16 posko, yang terdiri dari 13 Pos Pengamanan di wilayah administratif Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, dua Pos Pelayanan, serta satu Pos Terpadu,” ujar Martua usai memimpin apel siaga.

Sebagai wilayah gerbang utama penyeberangan Jawa–Sumatera, kawasan Pelabuhan Merak menjadi perhatian utama dalam pengaturan arus kendaraan. Untuk mengantisipasi kepadatan di Dermaga 1 hingga 7, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk penyediaan buffer zone atau kantong parkir serta penerapan sistem penyekatan secara berkala.

Selain Pelabuhan Merak, tiga pelabuhan pendukung juga disiagakan dengan fungsi masing-masing. Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) diprioritaskan bagi kendaraan truk sumbu tiga sesuai Surat Keputusan Bersama tiga direktur jenderal dan Kakorlantas Polri yang berlaku pada 13 hingga 29 Maret 2026.

Sementara itu, Pelabuhan Pelindo diperuntukkan bagi kendaraan angkutan golongan 5B dan 6B. Adapun Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS) disiapkan sebagai rencana kontinjensi menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, apabila terjadi lonjakan kendaraan di jalur utama.

Tak hanya mengatur lalu lintas, aparat bersama pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang hari raya. Operasi pasar rutin digelar bersama Dinas Perdagangan dan TNI guna mencegah praktik spekulasi harga kebutuhan pokok.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur turut menjadi perhatian. Perbaikan jalan rusak serta peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU) dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan agar perjalanan pemudik berlangsung aman. Upaya antisipasi banjir di sejumlah titik rawan juga dilakukan untuk memastikan akses menuju pelabuhan tetap lancar.

Kapolres Cilegon juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan. Selain mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), Polres Cilegon menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi warga.

“Bagi masyarakat yang akan mudik, kami siap menerima penitipan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Silakan manfaatkan layanan ini agar perjalanan ke kampung halaman bisa lebih tenang. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110,” kata Martua.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta semangat pengabdian bagi seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.

“Baru saja kita melaksanakan apel Operasi Ketupat. Kita berdoa semoga seluruh petugas senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan oleh Allah SWT. Semoga setiap lelah yang kita jalani menjadi ladang pahala,” ujar Robinsar.(*/FBI)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x