x

Audiensi dengan Cinepolis, Wamen Ekraf Ingin Hadirkan IP Lokal di Jaringan Bioskop

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Nov 2025 20:21 0 77 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berupaya membuka akses yang lebih luas bagi film dan kekayaan intelektual (IP) lokal di jaringan bioskop internasional, Cinepolis. Upaya ini diharapkan dapat mempertemukan karya anak bangsa dengan penonton global, tidak hanya di layar lebar tetapi juga melalui produk merchandise bioskop.

“Kami selalu menjaga lisensi Intellectual Property(IP) lokal yang bisa dikembangkan ke jaringan bioskop internasional seperti Cinepolis. Kami lihat Cinepolis bisa memfasilitasi IP-IP lokal dengan menempelkan ke produk seperti kemasan food and beverage, bisa juga menampilkan cerita singkatnya di layar lebar. Dengan demikian, bisa tercipta ekosistem kreatif yang mendukung subsektor perfilman,” ungkap Wamen Ekraf Irene Umar usai beraudiensi dengan PT Cinemaxx Global Pasifik, Cinepolis, di Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Rabu, 5 November 2025.

Selain itu, Wamen Ekraf juga menyampaikan pentingnya menjajaki kolaborasi pihak bioskop dengan lembaga pendidikan dan sineas perfilman untuk membuat festival film pendek atau menyediakan ruang alternatif pemutaran film-film pendek. Berbagi data dan transparansi antarproduser dan pihak bioskop juga harus terjalin untuk meningkatkan aksesibilitas data penonton dari tiap film yang ditayangkan.

“Distribusi perfilman Indonesia harus lebih percaya diri untuk didorong ke tingkat global. Apalagi telah ada film dokumenter ‘The Atlantis Mussels’ yang telah memenangkan penghargaan di beberapa festival internasional. Tentu film seperti ini harus diberi ruang putar atau jatah layar supaya bisa dilihat orang banyak,” ujar Wamen Ekraf.

Pertumbuhan industri kreatif juga memanfaatkan bioskop tak sekadar tempat nonton saja, tetapi juga menjadi lokasi alternatif untuk acara komunitas film maupun workshop. Apalagi Cinepolis telah berkembang di Meksiko sejak 1971. Sementara Cinepolis Indonesia baru saja menghadirkan format premium Macro XE yang bisa dinikmati di Tangerang (Maxxbox Karawaci), Palembang (Palembang Icon), dan Medan (Sun Plaza).

“Bioskop bukan sekadar tempat menonton, tapi banyak aktivitas yang bisa dilakukan sebelum dan sesudah nonton. Cinepolis senantiasa menghadirkan pengalaman yang berbeda dengan konsep lebih imersif dan epik yang membawa pengalaman menonton kelas dunia,” imbuh CEO Cinepolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay.

Turut hadir dalam audiensi ini, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu serta Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala. Sementara tampak terlihat pula perwakilan Cinepolis Cinemas Indonesia Director Revenues, Sandeep Atal dan Head of HR, Hendy Purwanto Budiana.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x