x

APKLI Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Mitra Strategis, Bukan Pesaing PKL dan UMKM

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Jun 2025 20:54 0 195 Redaksi

Delik Asia, (Depok) | Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan menegaskan pentingnya kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) atau Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih sebagai mitra strategis, bukan pesaing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang kaki lima (PKL). Hal ini disampaikan Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, dalam Sarasehan dan Konsolidasi Pasar Rakyat, Pasar Malam, dan Bazar PKL UMKM se-Jabodetabek di Mini Soccer Cipayung, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/6/2025).

“Kopdes dan Kopkel Merah Putih tidak boleh menjadi pesaing atau bahkan pelaku monopoli perdagangan. Mereka harus menjadi mitra dan partner strategis bagi PKL dan UMKM,” ujar dr. Ali Mahsun. Ia menambahkan bahwa keberadaan PKL dan UMKM perlu dikaitkan dengan ekosistem besar seperti Danantara, program hilirisasi, serta konsep MBG (Micro Business Generator) yang sedang dikembangkan.

Dalam forum tersebut, Ali Mahsun juga menegaskan pentingnya menggelorakan Gerakan Revolusi Pasar Rakyat Indonesia (GERPAS RI). Menurutnya, pasar rakyat adalah sistem ekonomi tradisional yang telah hidup sejak masa leluhur dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia.

“Pasar rakyat bukan hanya soal transaksi jual beli, tetapi juga warisan budaya dan ekonomi bangsa. Ini adalah keunggulan komparatif Indonesia yang harus dikembangkan secara revolusioner, agar mampu maju dan unggul dalam waktu singkat,” kata mantan Pembantu Rektor Universitas Darul Ulum Jombang ini.

Ali Mahsun mengingatkan bahwa perekonomian rakyat saat ini tengah menghadapi tantangan berat, dari penurunan platform digital seperti Shopee dan Lazada, hingga gejala stagnasi global pasca-era proteksi perdagangan. Ia juga menyoroti ancaman resesi dunia serta tantangan besar Indonesia menjelang puncak bonus demografi tahun 2030.

“Jika kita gagal menyiapkan 100 juta unit UMKM unggul, maka visi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi mimpi. Ancaman pengangguran dan kemiskinan bisa menjadi bom waktu bagi keutuhan NKRI,” ujar mantan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarrot PBNU itu.

Atas dasar itu, APKLI Perjuangan menyatakan tiga sikap strategis:

  1. Mendukung penuh pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

  2. Mendorong keberadaan Kopdes/Kopkel Merah Putih, Danantara, Hilirisasi, dan MBG sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional.

  3. Memasifkan revolusi PKL UMKM Indonesia dan Gerakan Revolusi Pasar Rakyat Indonesia (GERPAS RI).

Dalam acara tersebut, HR Iman Kadarisman, SE, MM—Wakil Ketua Dewan Penasehat APKLI Perjuangan DKI Jakarta—ditunjuk langsung oleh Ketua Umum sebagai penggerak utama GERPAS RI. Iman dikenal berpengalaman dalam pendampingan UMKM dan aktif dalam pengembangan pasar rakyat.

Acara turut dihadiri Lurah Cipayung Jaya, Susniawati, SH., MA.; Ahmad Fahri (Pemimpin Redaksi Bisnitoday); Suharto, SS., M.Ikom., MM; serta para pengurus APKLI Perjuangan dan koordinator wilayah pasar rakyat se-Jabodetabek.[Bram/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x