x

Akses Antarpulau Terjaga, ASDP Perkuat Penyeberangan di Sorong

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Feb 2026 19:57 0 18 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Bagi masyarakat kepulauan Papua Barat Daya, laut bukan sekadar bentang alam, melainkan jalur utama yang menghubungkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari relasi keluarga, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Karena itu, konektivitas penyeberangan menjadi kebutuhan mendasar, terutama bagi wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat perannya di Sorong melalui penyediaan layanan penyeberangan yang andal dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan koneksi antarpulau tetap terjaga, sehingga mobilitas masyarakat dan roda perekonomian dapat berjalan tanpa hambatan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak di Kota Sorong serta Pelabuhan Arar di Kabupaten Sorong merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan konektivitas wilayah.

Menurut Heru, layanan penyeberangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang dan kendaraan, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat agar tetap terakses dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Keberadaan layanan ini sekaligus memperkuat integrasi wilayah yang berdampak langsung pada perkembangan sosial dan ekonomi Papua Barat Daya.

Saat ini, ASDP Cabang Sorong mengelola 18 lintasan penyeberangan yang dilayani oleh empat armada, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia. Armada tersebut beroperasi untuk memastikan mobilitas masyarakat kepulauan dapat berlangsung lancar sepanjang tahun.

Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, layanan penyeberangan ASDP di Sorong telah melayani lebih dari 64.000 penumpang serta sekitar 12.000 unit kendaraan. Capaian tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut, baik untuk kebutuhan perjalanan keluarga maupun distribusi kebutuhan pokok.

Peran Vital Logistik dan Pariwisata

General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menambahkan bahwa ASDP juga memegang peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi logistik antarpulau. Selama 2025, tercatat sekitar 3.000 muatan barang telah diseberangkan, mencakup gula, kecap, mie instan, serta berbagai komoditas sembako lainnya, sehingga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan tetap terjaga.

Selain mendukung mobilitas dan logistik, jalur penyeberangan Sorong berfungsi sebagai pintu utama menuju kawasan wisata Raja Ampat. Destinasi kelas dunia ini dikenal melalui sejumlah lokasi unggulan seperti Wayag, Manta Sandy, dan Kali Biru, dengan aktivitas wisata yang mencakup snorkeling, menyelam, island hopping, hingga birdwatching.

Untuk mendukung akses menuju kawasan tersebut, ASDP melayani sejumlah lintasan strategis, antara lain Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, Sorong–Kalobo, Wejim–Kofiau, Arefi–Pam, serta Gag–Gebe. Bahkan sejak Oktober 2025, ASDP telah mengoperasikan lintasan baru Foley–Waigama guna memperluas akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Sebagai penghubung antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diharapkan mampu menjaga keterhubungan wilayah 3T, membuka peluang ekonomi baru, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat Papua Barat Daya.(*/FBI)

 

Sumber: Kabar BUMN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x