x

Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Satgas TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon Ajak Mahasiswa Siap Menuju Indonesia Emas 2045

waktu baca 4 menit
Senin, 18 Mei 2026 13:08 0 14 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar kegiatan kuliah umum wawasan kebangsaan yang menghadirkan Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., sebagai narasumber utama, Senin (18/5/2026).

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan dihadiri jajaran dosen, pimpinan fakultas, serta ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Untirta, sambutan-sambutan, foto bersama, penyampaian materi wawasan kebangsaan, hingga penyerahan cenderamata.

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Prof. Dr. Ir. Jayaaludin, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kuliah umum wawasan kebangsaan menjadi sarana penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap bangsa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya di Fakultas Teknik, agar memiliki pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara dunia pendidikan dan TNI dapat terus terjalin dalam mendukung pembentukan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Agenda ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami yang jumlahnya saat ini mencapai kurang lebih 3.000 mahasiswa aktif. Harapan kami bukan hanya mahasiswa yang hadir di ruangan ini saja yang mendapatkan manfaat, tetapi kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bekal awal sebelum memasuki proses perkuliahan.

“Mudah-mudahan ke depan saat penerimaan mahasiswa baru, kegiatan wawasan kebangsaan seperti ini bisa kembali dilaksanakan sehingga mahasiswa memiliki motivasi yang kuat, lebih mencintai bangsa, mencintai diri sendiri, serta memiliki semangat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negara,” lanjut Prof. Jayaaludin.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori menjelaskan bahwa kehadiran TNI melalui program TMMD bukan hanya melaksanakan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda melalui sasaran nonfisik.

Ia memaparkan berbagai program TMMD yang tengah dilaksanakan di Kelurahan Mekarsari, mulai dari pembukaan jalan sepanjang 2,8 kilometer, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pengeboran sumur air bersih, hingga revitalisasi saluran irigasi untuk membantu masyarakat dan petani.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Tahun 2045 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Jika generasi mudanya mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang besar,” ujar Letkol Inf Imam Buchori.

Dalam pemaparannya, Letkol Inf Imam Buchori juga membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana hingga berhasil menjadi perwira TNI. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak minder terhadap kondisi ekonomi maupun status sosial.

“Jangan pernah rendah diri dengan keadaan. Status sosial bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Tentukan cita-cita setinggi mungkin dan berjuanglah dengan kerja keras serta doa orang tua,” pesannya di hadapan mahasiswa.

Selain itu, materi wawasan kebangsaan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia, memahami sejarah perjuangan para pahlawan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme, hoaks, dan perpecahan di era digital.

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa tampak antusias mengikuti materi, diskusi, serta tayangan visual tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Untirta, Muhammad Hadzami, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan motivasi dari materi yang disampaikan TNI dalam kuliah umum tersebut.

Menurutnya, materi wawasan kebangsaan yang diberikan membuka pandangan mahasiswa tentang pentingnya menjaga persatuan serta memahami perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan NKRI.

“Materi yang diberikan sangat baik karena menjelaskan bagaimana TNI selalu mengajak masyarakat untuk bersama menjaga NKRI. TNI juga membantu masyarakat melalui berbagai program pemerintah dan tetap bekerja secara profesional demi kesejahteraan rakyat,” ujar Muhammad Hadzami.

Ia juga menilai pemaparan mengenai kondisi geopolitik dunia, sejarah perjuangan bangsa, hingga peran generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 menjadi suntikan semangat bagi mahasiswa agar terus belajar dan berkontribusi untuk bangsa.

“Kami sebagai mahasiswa adalah ujung tombak masa depan bangsa. Kalau generasi mudanya malas, bagaimana Indonesia bisa maju. Jadi kami harus terus semangat belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik untuk negara,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan TNI dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, serta siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara.(*/FBY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x