
Kolombo, Sri Lanka dan Male, Maldives, (Delik Asia) | Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, melaksanakan kunjungan kerja diplomatik ke Kolombo, Sri Lanka pada 23–25 April 2026, serta ke Malé, Maladewa pada 26–27 April 2026. Lawatan ini memiliki arti penting sebagai kunjungan pertama pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri RI sejak terbentuknya pemerintahan Presiden Anura Kumara Dissanayake pada September 2024, sekaligus menandai intensifikasi diplomasi Indonesia di kawasan Asia Selatan.

Di Kolombo, Wamenlu RI menggelar serangkaian pertemuan strategis, antara lain dengan Deputi Menteri Luar Negeri, Pekerjaan Luar Negeri, dan Pariwisata Sri Lanka, Arun Hemachandra, serta melakukan courtesy call kepada Menteri Luar Negeri, Pekerjaan Luar Negeri, dan Pariwisata Sri Lanka, Vijitha Herath. Dialog yang berlangsung produktif tersebut menitikberatkan pada penguatan hubungan bilateral melalui optimalisasi mekanisme Konsultasi Bilateral dan Joint Committee on Bilateral Consultation (JCBC).

Selain itu, kedua pihak menjajaki perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk potensi reaktivasi perundingan Indonesia–Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL PTA), penguatan kolaborasi di bidang energi, serta peningkatan sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas batas—sebuah isu krusial di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan keamanan regional.

Dalam dimensi kultural, Wamenlu RI juga bertemu dengan Menteri Urusan Buddhasasana, Agama, dan Budaya Sri Lanka, Hiniduma Suni Senevi. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama kebudayaan sekaligus bertukar pandangan mengenai pentingnya inklusivitas dalam masyarakat yang majemuk dan multiagama—sebuah nilai yang menjadi fondasi kohesi sosial di kedua negara.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Malé, di mana Wamenlu RI melakukan pertemuan dengan State Minister of Foreign Affairs Maladewa, Abdulla Hameed. Diskusi difokuskan pada penguatan kerja sama di bidang perdagangan, energi, konektivitas udara, serta logistik maritim, termasuk percepatan penyelesaian sejumlah perjanjian bilateral dan peningkatan dukungan timbal balik dalam forum internasional.
Dalam agenda terpisah, Wamenlu RI memenuhi undangan Menteri Urusan Agama dan Dana Abadi Maladewa, Mohammed Shaheem Ali Saeed, guna membahas peningkatan kapasitas pengelolaan zakat dan wakaf serta penguatan kerja sama pendidikan Islam—sektor yang memiliki dimensi strategis dalam pembangunan sosial-keagamaan.

Selama berada di Maladewa, delegasi Indonesia juga berkesempatan mengunjungi Islamic University of Maldives, Grand Friday Mosque Maldives, Islamic Center Maldives, serta kawasan pengembangan kota baru Hulhumalé—yang mencerminkan dinamika pembangunan modern berbasis nilai-nilai keislaman.
Rangkaian pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan kedalaman hubungan bilateral yang telah terjalin lama, sekaligus komitmen bersama untuk terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan. Indonesia, dalam hal ini, secara konsisten membangun jalur persahabatan strategis dengan negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tengah, sebagai bagian dari visi besar menjembatani konektivitas menuju kawasan Eropa di masa depan.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenlu RI didampingi oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing, serta Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ricky Eka Virgana Ichsan, yang turut memperkuat dimensi diplomasi substantif Indonesia di kawasan.

Tidak ada komentar