
Cilegon, (Delik Asia) | Di tengah semarak Cilegon Expo 2026, Pemerintah Kota Cilegon menghadirkan angin segar bagi para pencari kerja. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), sebuah program Job Fair Mini digelar sebagai upaya nyata memperluas akses lapangan pekerjaan sekaligus mendekatkan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat.

Tak sekadar menghadirkan layanan informasi, inovasi ini membuka ruang interaksi langsung antara pencari kerja dan perusahaan. Untuk pertama kalinya, stand Disnaker tidak hanya melayani administrasi dan pendaftaran pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal.
Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kota Cilegon, Ahmad Taufan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari arahan pimpinan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih berdampak langsung. Menurutnya, kehadiran Job Fair Mini memungkinkan masyarakat yang datang ke arena expo memperoleh informasi lowongan kerja secara cepat dan konkret.
“Stand Disnaker tahun ini tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga menghadirkan Job Fair Mini agar masyarakat yang datang ke Cilegon Expo dapat langsung memperoleh informasi dan kesempatan kerja,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).


Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kota Cilegon, Ahmad Taufan
Selama empat hari pelaksanaan, sejak Jumat hingga Senin, kegiatan ini menghadirkan empat perusahaan setiap harinya. Secara keseluruhan, delapan perusahaan ambil bagian dengan membuka peluang kerja, baik untuk penempatan dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah nama seperti PT Mitra Muda Reksa Mandiri, PT Cheetham Garam Indonesia, hingga PT Indomarco Prismatama turut berpartisipasi, menawarkan berbagai posisi, termasuk kru toko untuk wilayah Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kota Cilegon.
Melalui program ini, Disnaker menargetkan penyerapan tenaga kerja mencapai 80 hingga 100 orang. Angka tersebut menjadi penting di tengah tingginya jumlah pencari kerja di Kota Cilegon yang kini mencapai sekitar 13.400 orang, dan diproyeksikan meningkat hingga 14 ribu seiring hadirnya lulusan baru tahun 2026. Dalam kondisi tersebut, setiap peluang kerja menjadi harapan yang dinanti.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan di UPTD dan Balai Latihan Kerja (BLK), serta program pemagangan bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Tak hanya itu, Disnaker juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan dukungan terhadap iklim investasi yang sehat. Sebab, pertumbuhan lapangan kerja sangat bergantung pada geliat dunia usaha yang terus berkembang di Kota Cilegon.
Para pencari kerja pun diingatkan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh—tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga kesehatan, kesiapan menghadapi psikotes, hingga kemampuan berkomunikasi saat wawancara. Di era digital, akses terhadap informasi lowongan kerja juga semakin mudah, seiring pengembangan layanan ketenagakerjaan berbasis teknologi oleh pemerintah.
Melalui Job Fair Mini ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap pintu-pintu kesempatan kerja semakin terbuka lebar. Lebih dari sekadar program, kegiatan ini menjadi simbol harapan—bahwa di tengah tantangan, selalu ada peluang bagi mereka yang siap melangkah.(*/Fby)

Tidak ada komentar