x

Pertamina Perkuat Respons Bencana dengan Air Bersih dan Posko Medis

waktu baca 3 menit
Minggu, 4 Jan 2026 22:49 0 28 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Bantuan kemanusiaan dari Pertamina Peduli membawa harapan baru bagi warga penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua pekan pascabencana, keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan paling mendesak. Banyak sumber air warga tercemar lumpur, sehingga tidak layak digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.

Kondisi itu dirasakan langsung Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air sehari-hari. Situasi tersebut mulai berubah setelah bantuan air bersih dari Pertamina Peduli datang dan didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.

Mobil-mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.
“Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.

Pengalaman serupa disampaikan Putera, warga setempat. Ia menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan. Air parit bercampur lumpur harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan, meski kualitasnya jauh dari layak.
“Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan,” katanya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih ke wilayah Aceh Tamiang melalui 191 unit mobil tangki.

Selain pendistribusian air bersih secara berkala selama masa transisi darurat, Pertamina juga mulai melakukan pemulihan sumber air warga. “Kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” ujar Baron.

Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Bekerja sama dengan Wanadri dan TNI, hingga kini Pertamina telah mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Aceh Tamiang, mulai dari Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, hingga Kota Kualasimpang.

Tak hanya air bersih, Pertamina Peduli juga membuka Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis. Posko yang berada di sekitar Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang ini menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.

Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menyebut keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui pascabencana antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana.

Melalui bantuan air bersih dan layanan kesehatan terpadu ini, Pertamina Peduli menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat pada masa krisis. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membantu pemulihan kondisi sosial dan kesehatan warga terdampak.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.(*/Feby/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x