x

Tangani Bencana Sumatera, Kasad Minta Semua Pihak Bergerak Kompak

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 17:08 0 39 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Jembatan menegaskan pentingnya kekompakan seluruh pihak dalam menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera. Menurut Kasad, situasi keprihatinan akibat bencana hanya dapat diatasi secara cepat apabila seluruh unsur bergerak bersama dengan satu tujuan, yakni membantu masyarakat terdampak.

Kasad menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan instansi terkait dalam percepatan penanganan bencana, mulai dari pemulihan infrastruktur hingga penyaluran bantuan kemanusiaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah percepatan pembangunan jembatan dengan sistem kerja tiga shift agar akses masyarakat segera pulih.

“Untuk mempercepat pekerjaan ini kita kerjakan dalam tiga shift, pagi, siang, dan malam. Kalau tidak bekerja seperti ini, tidak akan tercapai target seperti yang dicapai sampai hari ini,” ujar Kasad saat konferensi pers satu bulan penanganan bencana Sumatera di Posko Bencana Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Jenderal Maruli menegaskan, penanganan bencana di Sumatera menjadi salah satu yang tercepat dibandingkan penanganan bencana pada periode sebelumnya. Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas sektor yang terbangun dengan baik di lapangan.

Namun demikian, Kasad menyayangkan adanya tindakan perusakan terhadap beberapa jembatan Bailey yang telah dibangun TNI AD. Ia menilai tindakan tersebut justru merugikan masyarakat yang tengah membutuhkan akses dan bantuan.

“Dalam kondisi seperti ini masih ada kelompok-kelompok yang justru mengorbankan masyarakat. Kalau kita tidak kompak, pekerjaan akan menjadi berat. Kasihan masyarakat yang sudah menjadi korban,” tegasnya.

Kasad menambahkan, TNI AD terus mengupayakan pengiriman bantuan logistik serta material jembatan beserta kelengkapannya melalui sarana angkut yang tersedia, agar prajurit di lapangan dapat bekerja secara optimal. Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga melaksanakan pembangunan hunian sementara, penyediaan air bersih melalui sumur bor, serta berbagai upaya pendukung lainnya.

Hingga saat ini, sebanyak 12 jembatan Bailey telah berhasil dibangun, sementara dua jembatan lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Kasad berharap dukungan seluruh pihak, termasuk peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan benar-benar meringankan beban warga terdampak.[*/Feby]

Sumber: Dispenad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x