x

Siswa SMPN 3 Cilegon Telusuri Sejarah dan Alam di Bogor, Pembina Dorong Pembelajaran Kontekstual

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Des 2025 16:06 0 86 Redaksi

Bogor, (Delik Asia) | Puluhan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Science Club SMPN 3 Cilegon mengikuti kunjungan edukasi lintas disiplin ke Kota Bogor, Rabu, 17 Desember 2025.

Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran sains, sejarah, dan kepedulian lingkungan melalui pengalaman langsung di luar kelas.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Museum Pembela Tanah Air (PETA). Di lokasi ini, siswa mempelajari sejarah pembentukan tentara sukarela pada masa pendudukan Jepang yang menjadi cikal bakal TNI.

Melalui diorama dan koleksi persenjataan, siswa diajak memahami nilai disiplin, nasionalisme, dan semangat perjuangan para pahlawan.

Pembina Science Club bidang IPA, Nia Kurniati, S.Pd, mengatakan bahwa kunjungan ke museum sejarah menjadi bagian penting dalam membangun karakter ilmiah siswa.

“Sains tidak berdiri sendiri. Pemahaman sejarah dan nilai perjuangan memperkaya cara berpikir kritis dan berkarakter,” ujarnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Museum Kepresidenan RI Balai Kirti di kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Di museum ini, siswa dikenalkan pada perjalanan kepemimpinan para Presiden Indonesia.

Menurut pembina bidang IPS, Eli Indriati, S.Pd, pembelajaran kepemimpinan menjadi bekal penting bagi generasi muda.

“Siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kepemimpinan saling berkaitan dalam membangun bangsa,” katanya.

Penguatan literasi sains dilakukan melalui kunjungan ke Museum Zoologi Bogor yang dikelola Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Siswa melakukan observasi langsung terhadap berbagai koleksi fauna, mempelajari klasifikasi makhluk hidup serta adaptasi morfologi hewan terhadap lingkungannya.

Hj. Devi, M.Pd, pembina bidang Matematika, menilai kegiatan ini membantu siswa memahami peran matematika sebagai alat analisis dalam sains, termasuk pengukuran dan pengolahan data.

Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian siswa adalah kerangka asli Paus Biru (Balaenoptera musculus) sepanjang sekitar 27 meter.

Koleksi tersebut menjadi media diskusi tentang keanekaragaman hayati laut dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Sebagai puncak kegiatan, rombongan melakukan eksplorasi botani di Kebun Raya Bogor.

Di kawasan seluas 87 hektare itu, siswa mengamati berbagai spesies tumbuhan langka serta mempelajari pentingnya konservasi alam.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Reny Maryati, S.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan penguatan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan kolaboratif.

“Kami mendorong siswa belajar dari lingkungan nyata agar pemahamannya lebih mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, M. Arion, S.Pd, menilai Science Club sebagai wadah strategis dalam pengembangan minat, bakat, dan karakter siswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, seluruh anggota Science Club SMPN 3 Cilegon mendapat tugas merangkum perjalanan edukasi tersebut dalam bentuk vlog edukatif.

Penugasan ini bertujuan melatih kemampuan komunikasi, public speaking, serta literasi digital siswa.

Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sejarah bangsa dan kelestarian lingkungan.[*/Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x