x

Bencana Beruntun di Sumut, Polri Laporkan 10 Warga Tewas dan 6 Masih Hilang

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 17:04 0 101 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Polri melaporkan situasi terbaru bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga Selasa, 25 November, tercatat 20 kejadian bencana yang terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang di enam kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.

Rentetan bencana tersebut menelan 10 korban jiwa, 3 orang luka-luka, dan 6 warga masih dalam pencarian. Lebih dari 2.393 kepala keluarga terdampak, sementara 445 warga terpaksa mengungsi akibat kondisi yang belum stabil.

Dampak Terparah di Sibolga

Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak paling berat. Enam titik longsor menewaskan lima warga, melukai tiga orang, serta menyebabkan empat lainnya hilang. Sebanyak 17 rumah rusak.

Di Tapanuli Tengah, longsor pada pukul 07.00 WIB menewaskan empat warga dan merusak satu rumah. Banjir yang berlangsung sejak 17–22 November berdampak pada 1.902 keluarga dan membuat 45 warga mengungsi.

Mandailing Natal turut dilanda longsor yang menutup Jembatan Aek Inumon II. Banjir di Muara Batang Gadis memaksa 400 warga mengungsi dan merendam 470 rumah.

Di Tapanuli Selatan, satu warga meninggal akibat pohon tumbang dan seorang lainnya luka-luka. Sementara itu, Tapanuli Utara melaporkan tiga titik longsor yang merusak dua rumah, menutup badan jalan, dan menyebabkan satu orang luka-luka. Di Nias, longsor memutus akses utama di Desa Hiligodu, Gunungsitoli.

Polri Kerahkan Kekuatan SAR

Menanggapi situasi ini, Polri mengerahkan personel untuk TPTKP, evakuasi warga, serta pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Operasi pencarian terhadap enam warga yang hilang dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.

Empat SSK Satbrimob dikerahkan untuk memperkuat operasi, termasuk Yon C Por dan berbagai satuan Brimob dari Sipirok, Siantar, Medan, dan Tebing Tinggi. Sejumlah SST telah disebar di titik-titik kritis, mulai dari Jalan Lintas Padang Sidempuan–Tarutung hingga Desa Parsalakan di Tapanuli Tengah dan wilayah terisolasi di Nias.

Pada Selasa malam, Polda Sumut kembali mengirim 1 SST Samapta, 2 tim Dokkes, dan 1 tim Teknologi Informasi, sementara 2 SST Samapta tambahan dijadwalkan diberangkatkan pada esok hari.

Polri Pastikan Penanganan Berjalan Transparan

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu warga.

“Setiap perkembangan akan disampaikan secara transparan agar masyarakat dapat mengambil langkah aman,” ujarnya.

[*/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x