x

Wujudkan Nataru Aman, Kapolri Minta Jajaran Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Nov 2025 19:17 0 43 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh jajaran Polri untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Menurutnya, kekompakan lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman di masa libur panjang.

“Yang pertama adalah kolaborasi, sinergitas dengan stakeholder yang ada, karena sebentar lagi kita akan masuk musim gelar Nataru,” kata Sigit saat mengecek kesiapan Satbrimobda Polda DIY, Jumat (21/11).

Tak hanya soal pengamanan arus mudik, Kapolri juga menyoroti ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir tahun. Ia meminta jajaran Polri meningkatkan kesiapsiagaan dan memperluas koordinasi, bukan hanya antarinstansi, tetapi juga bersama masyarakat.

“Kita menghadapi musim hujan yang cukup deras. Ini perlu kerja sama kuat, sehingga saat masyarakat mudik atau berlibur Nataru, wilayah yang punya potensi bencana sudah siap dengan tim SAR-nya,” ujar Sigit.

Sebelumnya, Kapolri meninjau kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) tanggap bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari sistem early warning untuk memastikan seluruh perlengkapan Polri dalam kondisi siap digunakan kapan pun diperlukan.

“Kegiatan pengecekan sarpras sebagai bagian dari early warning untuk memastikan perlengkapan penanggulangan bencana siap digunakan menghadapi potensi bencana,” tegasnya.

Jenderal Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. Menurutnya, kesiapsiagaan Polri adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada November–Desember 2025, terutama di wilayah barat Indonesia. Cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah daerah. Sementara itu, berbagai pusat iklim dunia memperkirakan La Niña lemah masih bertahan hingga awal 2026, sehingga intensitas hujan berpotensi meningkat.[*/Di2n Bk]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x