x

Dari Pendekar hingga UMKM, Golok Day 2025 Hidupkan Denyut Alun-Alun Cilegon

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 17:55 0 88 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Golok Day Festival 2025, sebuah agenda budaya strategis yang tidak hanya menegaskan identitas lokal tetapi juga memperkuat potensi ekonomi kreatif daerah. Bertempat di Alun-Alun Kota Cilegon, pembukaan yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025 ini dihadiri ribuan peserta dan pengunjung, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus peluang peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya bagi UMKM yang terintegrasi dalam rangkaian festival.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa penyelenggaraan Golok Day Festival 2025 bukan sekadar agenda budaya, melainkan bagian dari strategi penguatan identitas daerah sekaligus konsolidasi sektor ekonomi kreatif. Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung terlaksananya festival tahun ini. “Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, IPSI Kota Cilegon, dan seluruh stakeholder yang telah menyukseskan acara hari ini,” ujarnya.

Robinsar menekankan bahwa Golok dan Pencak Silat merupakan aset budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi, sehingga perlu diangkat dalam format festival yang berkelanjutan. “Event ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari upaya menanamkan dan melestarikan kebudayaan kita, khususnya Pencak Silat dan kebendaannya, yaitu Golok. Inilah identitas Cilegon,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan tahap awal menuju konsep penyelenggaraan yang lebih besar pada 2026, dengan rencana menghadirkan partisipasi negara-negara sahabat untuk meningkatkan skala dan eksposur internasional.

Dalam perspektif nilai karakter, Robinsar menyoroti filosofi Golok sebagai simbol moral dan integritas. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan jargon pembangunan Kota Cilegon: Jujur, Amanah, dan Religius (JUARE). Ia juga menaruh harapan pada peningkatan prestasi IPSI Kota Cilegon dan menjanjikan dukungan pembiayaan kegiatan bagi peguron sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan. “Masyarakatnya Pendekar, Jawara. Dengan pembinaan yang serius, para pesilat kita bisa tampil di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Terkait pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD), Robinsar memastikan bahwa komitmen pemerintah terhadap pelestarian budaya tetap prioritas dan tidak terpengaruh tantangan fiskal. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan operasional untuk seluruh peguron se-Kota Cilegon mulai tahun depan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan aktivitas seni dan budaya di tingkat komunitas.

Dari sisi pembangunan sosial dan penguatan ekosistem kreatif, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa Golok Day telah berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang melibatkan perguruan silat, padepokan, pengrajin golok, hingga pelaku UMKM. Tahun ini, sekitar 4.000 pendekar dari delapan ancap IPSI Kota Cilegon berpartisipasi dalam kirab, sementara jumlah pengunjung diperkirakan tembus 7.000 orang hingga malam hari. “Diharapkan aktivitas ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM yang turut meramaikan festival,” ujar Heni.

Momentum penyelenggaraan tahun ini semakin kuat dengan ditetapkannya Golok Day sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya dalam kalender nasional ini membuka peluang pendanaan, kolaborasi, serta promosi yang lebih luas. “Ini menempatkan Cilegon sejajar dengan event budaya besar lainnya di Banten, dan kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk kolaborasi tahun depan,” kata Heni.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha, termasuk sponsor utama seperti Bank BJB, yang selama bertahun-tahun membantu memastikan keberlanjutan agenda budaya ini. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2015, Golok Day terus berkembang sebagai ikon budaya Kota Cilegon dengan rangkaian kegiatan seperti Kirab Pendekar Nusantara, Silaturahmi Pendekar, Lomba Pencak Silat, Golok Day Award, Kampung Pendekar, dan Festival UMKM.[Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x