x

2027, Pemkot Cilegon Siapkan 200 Tenaga Kerja untuk Dikirim ke Hokkaido Jepang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 03:06 0 91 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) |   Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menargetkan pihaknya dapat menyiapkan 200 tenaga kerja untuk diberangkatkan ke Hokkaido, Jepang, pada tahun 2027. Hal itu ia sampaikan usai bertemu perusahaan asal Jepang, PT Kyotsu, dalam kunjungan kerja di LPK Wahana Danau Indah, Jumat (14/11/2025).

Fajar mengatakan peluang kerja yang dibuka tidak hanya menuntut kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan teknis seperti pengemudi dan pekerja gudang.

“Kita ditantang menyiapkan 200 orang pada 2027, tapi untuk kategori SSW (Specified Skilled Worker) seperti supir dan pekerja gudang. Ada standar teknisnya, misalnya untuk supir itu ada proses peralihan SIM Indonesia ke SIM Jepang yang memakan waktu sekitar 6 bulan,” ujar Fajar.

Fajar Hadi Prabowo memberikan keterangan pada awak media, usai bertemu perwakilan PT Kyotsu di LPK Wahana Danau Indah, Jumat (14/11/2025).

Selain pengemudi, sektor pergudangan juga memiliki syarat ketat. Perusahaan Jepang meminta calon pekerja memiliki kompetensi teknis dan menguasai bahasa Jepang minimal level N4. “Ada tes tulisnya juga. Untuk pekerja gudang, perusahaan meminta minimal N4,” tambahnya.

Pemkot Cilegon Libatkan Industri Jepang untuk Pelatihan

Fajar menyebut Pemkot Cilegon akan menggandeng perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Cilegon untuk memperkuat fasilitas pelatihan calon tenaga kerja.

“Kita ingin bangun kerja sama dengan industri Jepang seperti POSCO, agar bisa memfasilitasi pelatihan bahasa Jepang. Intinya, kita siapkan yang terbaik bagi calon tenaga kerja yang ingin bekerja di Jepang,” tegasnya.

PT Kyotsu Utamakan Tenaga Kerja Asal Cilegon

Direktur Eksekutif Representatif PT Kyotsu, Toshimasa Nagahara, menegaskan pihaknya akan memprioritaskan warga Cilegon untuk kuota awal 200 pekerja tersebut.

“Yang diutamakan itu dari Cilegon dulu. Kalau belum terpenuhi, baru dibuka ke daerah lain di Indonesia, khususnya Banten,” ujarnya.

Nagahara menjelaskan kebutuhan tenaga kerja bukan hanya dari Kyotsu, namun juga dari perusahaan-perusahaan mitra di sektor logistik Jepang. Posisi yang paling dibutuhkan saat ini adalah pengemudi truk atau tenaga logistik.

“Yang paling dibutuhkan truck driver. Tidak perlu keterampilan khusus, yang penting bisa bekerja aman dan memastikan barang sampai dengan selamat. Keamanan adalah yang utama,” jelasnya.

Disambut Antusias Murid LPK

Reza Apriliani, salah satu peserta pelatihan LPK asal Kecamatan Jombang, mengaku senang dengan inisiatif Pemkot Cilegon menggandeng perusahaan Jepang.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Pak Wakil yang memfasilitasi kerja sama dengan perusahaan Jepang. Ini bentuk kepedulian Pemkot Cilegon terhadap masyarakat. Kami sangat mengapresiasi,” ujarnya.[Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x