
Delik Asia, (Jakarta) | Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas kekerasan. Melalui kegiatan Sosialisasi Pengarahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kampus I, Rabu (15/10), universitas mendorong pelibatan aktif seluruh civitas akademika.

Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhammad Saifulloh, M.Si, menekankan pentingnya partisipasi kolektif dalam pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
“Masih banyak kasus yang tidak dilaporkan. Mahasiswa harus berani bersuara dan melapor ke Satgas PPKPT,” ujarnya.


Hadir pula Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, yang menyoroti angka kekerasan seksual di kampus yang mencapai 2.681 kasus pada 2024. Ia menegaskan pentingnya penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
“Kampus harus jadi ruang aman, bukan tempat tumbuhnya ketakutan,” tegasnya.
Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta, Dr. Henri Togar H. Tambunan, juga menggarisbawahi perlunya implementasi kebijakan secara menyeluruh dan menyebutkan kanal pelaporan resmi melalui aduanitjen.kemdiktisaintek.go.id.

Sementara itu, Sekretaris Satgas PPKPT Moestopo, Citra Eka Putri, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa pembentukan satgas ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan responsif.
“Kami ingin terus mengedukasi pentingnya budaya saling menghormati dan pelaporan yang aman,” pungkasnya.[Red/**]

Tidak ada komentar