x

Imbas Pengurus ke PWI Pusat, PWI Jaya Umumkan Susunan Baru: Soliditas dan Dialog Jadi Prioritas

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Okt 2025 09:35 0 58 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya melakukan penyesuaian struktur organisasi menyusul sejumlah pengurus yang mengundurkan diri karena mendapat amanah baru di PWI Pusat, serta wafatnya salah satu pengurus aktif. Perubahan ini disahkan dalam rapat pleno yang digelar secara luring dan daring di Markas PWI Jaya, Selasa (14/10).

Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menyatakan bahwa dinamika ini merupakan bagian dari proses organisasi yang sehat dan menunjukkan hubungan sinergis antara PWI Jaya dan PWI Pusat.
“Kami mendukung sepenuhnya rekan-rekan yang kini mengemban tugas di PWI Pusat. Semoga tetap membawa semangat profesionalisme dan solidaritas ala PWI Jaya ke tingkat nasional,” ujar Kesit.

Selain itu, rapat pleno juga diwarnai duka atas berpulangnya Adv. Fathan Rangkuti, S.H., Ketua Seksi Wartawan Multimedia PWI Jaya, yang wafat pekan lalu akibat sakit.
“Almarhum dikenal berdedikasi tinggi. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Kesit.

Pengurus Baru, Semangat Baru

Sejumlah nama baru ditetapkan dalam penyesuaian struktur. Di antaranya, Benny Joewono ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasihat menggantikan Drs. Johny Hardjojo, M.Si. Dewan Penasihat kini juga diperkuat dua tokoh baru: Dr. M. Nasir, S.H., M.H. dan komentator sepak bola M. Kusnaeni alias “Bung Kus”.

Lima pengurus PWI Jaya yang kini bertugas di PWI Pusat 2025–2030 antara lain Johny Hardjojo (Ketua Departemen Hankam, TNI dan Polri), Kadirah, Anrico Pasaribu, S.H., Hengky Lumban Toruan, dan Sumber Rajasa Ginting.

Seiring hal itu, sejumlah posisi di PWI Jaya diisi pengurus baru:

  • Kadirah (Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah) digantikan oleh Stanislaus Jumar Sudiyana dari Radio Sonora.

  • Anrico (Ketua Seksi Wartawan Hukum) digantikan oleh Rinto, S.H.

  • Ginting (Ketua Seksi Kemitraan dan Hubungan Antar-Lembaga) digantikan oleh wakilnya, Raden Wuryanto.

Tegaskan Komitmen Kebersamaan

Kesit menegaskan, penyesuaian ini bukan sekadar soal struktur, tapi bagian dari penguatan organisasi.
“Kepengurusan boleh berubah, tapi semangat kebersamaan dan nilai-nilai profesionalisme harus terus menyala,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PWI Jaya tetap menjadi rumah besar bagi semua insan pers, termasuk yang memiliki pandangan berbeda. “Semua akan kami tangani dengan pendekatan yang bijak. Ini organisasi terbuka untuk dialog dan kolaborasi,” ujarnya.

Terkait banyaknya KTA yang beredar namun tidak dikeluarkan oleh PWI Jaya, Kesit menegaskan bahwa pihaknya tidak mengakui produk yang tidak berasal dari kepengurusan resmi.
“Silakan lapor ke pihak berwenang jika merasa dirugikan. Kami siap menyikapi secara tegas,” katanya.

OKK dan UKW Digelar Lagi

Kesit juga menyampaikan bahwa PWI Jaya akan kembali menggelar Orientasi Keanggotaan dan Kode Etik (OKK) secara in-house pada akhir Oktober ini di RRI Jakarta, dengan peserta lebih dari 20 orang. Selain itu, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) juga akan digelar pada bulan November mendatang.[Red/**]

*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x