x

Relokasi Kabel Udara di Jalan Protokol Cilegon Capai 70 Persen

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Okt 2025 22:12 0 72 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Proyek relokasi kabel udara di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon terus dikebut. Pemerintah Kota Cilegon mencatat progres pekerjaan telah menyentuh angka 70 persen per awal Oktober 2025. Relokasi ini merupakan bagian dari upaya penataan kota yang lebih aman, rapi, dan estetis.

“Alhamdulillah progresnya saat ini sudah sekitar 60 hingga 70 persen,” kata Plt Asisten Daerah II Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, usai menghadiri rapat koordinasi di Ruang Rapat Asisten Daerah, Jumat, 3 Oktober 2025.

Relokasi kabel ini menyasar jalur utama kota—wilayah yang menjadi wajah terdepan Cilegon. Menurut Aziz, proyek ini penting tidak hanya untuk estetika perkotaan, tetapi juga keamanan publik. Ia menegaskan, setiap bekas galian harus segera ditutup usai pekerjaan rampung.

“Jangan sampai galian dibiarkan terbuka. Itu bisa mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Pekerjaan Digencarkan, Pemutusan Kabel Udara Dijadwalkan Akhir November

Aziz optimistis seluruh proses relokasi, termasuk pemutusan kabel udara yang masih tergantung, bisa dituntaskan sesuai target pada akhir November 2025.

“Jika sesuai rencana, Insya Allah di akhir November kita sudah mulai lakukan pemotongan kabel di udara,” katanya.

Pemerintah daerah juga meminta maaf atas ketidaknyamanan selama proses berlangsung. Gangguan lalu lintas diakui tak terhindarkan, namun diyakini sebanding dengan hasil akhir yang akan lebih tertata dan aman.

APJATEL: Progres Cilegon Tercepat Secara Nasional

Dukungan Pemerintah Kota Cilegon turut mendapat apresiasi dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Perwakilan APJATEL, Noviana, menyebut penggalian tanah untuk relokasi telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.

“Insya Allah minggu ini penggalian selesai. Penarikan kabel akan dimulai 10 Oktober, penyambungan awal November, dan pemotongan kabel akhir bulan,” jelasnya.

Kendala teknis seperti cuaca buruk dan kondisi tanah keras sempat memperlambat proses. Pengerjaan manual tanpa mesin bor memperbesar tantangan. Namun tambahan tenaga kerja disebut mampu mengatasi hambatan tersebut.

“Lubang sempat tergenang air karena hujan. Tapi secara umum, progres masih on track,” tambahnya.

Menariknya, Noviana menilai kecepatan progres di Cilegon melampaui daerah lain di Indonesia. Ia menyebut komunikasi yang responsif dari pemerintah kota sebagai kunci percepatan.

“Dari semua proyek APJATEL, Cilegon ini yang paling cepat. Setiap ada kendala, Pemkot langsung bantu cari solusi,” ujarnya.

Penataan Infrastruktur untuk Wajah Baru Kota

Relokasi kabel udara menjadi bagian dari program revitalisasi wajah kota yang belakangan digenjot di berbagai daerah. Di Cilegon, proyek ini menjadi etalase kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri telekomunikasi.

Selain memberi dampak visual yang signifikan, proyek ini juga memperkuat infrastruktur dasar kota—mendukung konektivitas digital dan mengurangi potensi gangguan jaringan akibat kabel yang tergantung di udara.

Jika target akhir November tercapai, wajah utama Kota Cilegon akan berubah signifikan: tanpa kabel semrawut di udara, dan dengan jaringan bawah tanah yang lebih aman dan efisien.[F3bi/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x