Program outing class ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang bertujuan memperkenalkan struktur dan fungsi pemerintahan kepada siswa sejak dini. Dalam sambutannya, Fajar menyambut baik inisiatif sekolah yang dinilainya sebagai langkah konstruktif dalam membangun pemahaman kebangsaan di usia sekolah dasar.
“Outing class ini sangat positif. Anak-anak menjadi tahu bagaimana pemerintahan bekerja, dan ini bisa menanamkan rasa tanggung jawab serta semangat berkontribusi sejak kecil,” ujar Fajar Hadi Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran anak-anak di lingkungan pemerintahan menjadi pengingat moral bagi aparatur negara untuk menjalankan tugas secara berintegritas.


“Anak-anak ini adalah cermin masa depan daerah. Kunjungan mereka memberi energi baru sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab membentuk generasi penerus yang berkualitas,” imbuhnya.
Dukungan terhadap Kurikulum Merdeka
Kepala SDN 2 Cilegon, Enung Juwariah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh empat rombongan belajar dari kelas 3A hingga 3D. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama pihak sekolah mengadakan outing class ke lingkungan pemerintahan.
“Outing class ini kami rancang agar sesuai dengan materi pembelajaran tentang struktur pemerintahan dalam kurikulum. Kami ingin anak-anak memahami langsung sistem pemerintahan kota dan berinteraksi dengan pemimpin daerah,” jelas Enung.
Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi sarana belajar kontekstual, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional siswa dengan daerah tempat mereka tinggal.

“Kami berharap kunjungan ini bisa memupuk rasa cinta terhadap Kota Cilegon dan menumbuhkan cita-cita untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah ke depannya,” tuturnya.
Investasi Jangka Panjang dalam Pembangunan SDM
Kegiatan semacam ini dinilai sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, di mana pengenalan terhadap sistem pemerintahan menjadi bekal penting bagi pembentukan karakter dan kepemimpinan masa depan.
Pemerintah Kota Cilegon pun membuka ruang bagi institusi pendidikan lain untuk menjadikan kantor pemerintahan sebagai sarana pembelajaran terbuka. “Kegiatan luar kelas tidak harus ke tempat rekreasi. Kantor pemerintah pun bisa menjadi laboratorium pendidikan karakter dan kewarganegaraan,” ujar Fajar.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara siswa dan Wakil Wali Kota, serta foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi momen edukatif tersebut.[F3bi/**]









Tidak ada komentar