x

Mendagri Tito Tinjau Langsung Penyaluran Beras SPHP di Banten

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Agu 2025 12:44 0 107 Redaksi

Delik Asia, (Serang) | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, Rabu, 20 Agustus 2025.

Pemantauan dilakukan di Pasar Induk Rau, salah satu minimarket, dan Kantor Bulog Cabang Serang. Dalam tinjauan itu, Tito memastikan harga beras relatif stabil, terutama berkat kehadiran beras SPHP yang digelontorkan oleh Bulog.

“Harga beras juga relatif stabil. Tapi tadi mereka menyampaikan, ini salah satu yang membuat angka itu menjadi stabil, adanya intervensi beras SPHP yang berasal dari Bulog,” ujar Tito kepada wartawan.

Beras SPHP diketahui dijual lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Dari informasi pedagang, harga paket 5 kilogram beras SPHP berkisar Rp60.000 atau sekitar Rp12.000 per kilogram.

“Ini yang membuat harganya stabil. Jadi saya terima kasih banyak kepada Badan Pangan dengan Bulog,” ucap Tito.

Tak hanya beras, Tito juga menyoroti harga sejumlah komoditas lain yang dinilai cukup stabil. Harga bawang merah berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, jauh menurun dibanding puncaknya yang pernah menyentuh Rp70.000. Harga cabai merah keriting, cabai besar, dan cabai rawit pun stabil di angka Rp35.000.

“Dulu pernah sampai Rp100.000,” kata Tito.

Harga daging ayam juga disebut relatif stabil. Sementara tomat mengalami penurunan harga signifikan dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Minyak goreng pun dijual dengan harga stabil, namun Mendagri mencatat adanya keterbatasan stok di lapangan.

“Minyak goreng memang stabil. Tapi suplai kepada mereka kurang. Nanti akan kita koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan, karena yang mengatur Minyakita adalah mereka,” jelasnya.

Provinsi Banten dipilih sebagai lokasi pemantauan karena kedekatannya dengan Jakarta. Namun, Tito menegaskan bahwa pemantauan serupa akan dilakukan secara bertahap di wilayah lain, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Mendagri menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pasokan beras benar-benar terjamin untuk masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan cadangan sekitar 4 juta ton beras, dengan 1,3 juta ton di antaranya disalurkan secara bertahap ke pasar.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta sejumlah pejabat terkait.[Feby/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x