x

Penataan Aset dan Akses Jadi Kunci Reforma Agraria

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Agu 2025 09:02 0 134 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya keterpaduan antara penataan aset dan penataan akses dalam pelaksanaan reforma agraria. Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Penataan Agraria Semester I Tahun Anggaran 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

“Penataan aset, seperti legalisasi lahan, memberikan pengakuan hukum atas tanah. Namun tanpa penataan akses, masyarakat hanya akan memegang sertipikat, tapi tidak memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wamen Ossy.

Ia mencontohkan model penataan akses yang berhasil diterapkan, salah satunya budidaya pisang cavendish di Jembrana, Bali. Menurutnya, keberhasilan model ini berawal dari mempertemukan masyarakat dengan off-taker atau perusahaan mitra, yang kemudian dilanjutkan dengan survei dan fasilitasi bersama.

Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan

“Tiap daerah memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Oleh karena itu, pengembangan model penataan akses perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, dan melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat adat dan sektor swasta,” ujarnya.

Model Closed Loop

Senada dengan Wamen Ossy, Direktur Jenderal Penataan Agraria, Yulia Jaya Nirmawati, menyampaikan bahwa penataan akses menggunakan pendekatan Closed Loop. Model ini memastikan keterhubungan antara proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil pertanian atau komoditas lainnya.

“Dengan menghadirkan off-taker sejak awal, petani mendapat kepastian pasar. Tanpa itu, risiko jatuhnya harga saat panen sangat besar, yang pada akhirnya bisa merugikan petani,” kata Yulia.

Model Closed Loop juga mendorong kolaborasi lintas sektor dan integrasi program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui reforma agraria.

Apresiasi dan Komitmen

Dalam kegiatan yang sama, Wamen Ossy turut memberikan penghargaan kepada Heri Mulianto, pencipta Mars Reforma Agraria yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penilaian Kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN.

Acara ini dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN serta para Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan dari Kantor Wilayah BPN Provinsi di seluruh Indonesia. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konsistensi pelaksanaan reforma agraria di berbagai daerah.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x