x

Pelabuhan Waingapu Kompak Tolak ODOL, Komitmen Bersama Demi Keselamatan Pelayaran

waktu baca 2 menit
Kamis, 31 Jul 2025 13:43 0 88 Redaksi

Delik Asia, (Waingapu) | Komitmen bersama ditunjukkan sejumlah instansi di Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, untuk menertibkan praktik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dalam layanan kapal Roll-on Roll-off (Ro-Ro). Langkah tegas ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional serta upaya menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran distribusi logistik.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu menggandeng PT. Pelindo, PT. Dharma Lautan Utama (DLU), Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Laut (KPPP), serta Pos TNI AL dalam pengawasan terpadu kendaraan yang akan naik kapal. Seluruh pihak menyepakati tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran batas dimensi dan muatan kendaraan, sejalan dengan regulasi yang berlaku.

“Praktik ODOL bukan hanya membahayakan keselamatan di laut, tapi juga bisa merusak infrastruktur pelabuhan dan mengganggu pelayanan logistik,” kata Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Fadly Afand Djafar, saat ditemui usai koordinasi lintas sektor, Kamis (31/7).

Menurutnya, verifikasi kendaraan kini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen hingga pemeriksaan fisik langsung di Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) Pelabuhan Waingapu. Hal ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

PT. Dharma Lautan Utama sebagai operator kapal juga mengambil peran aktif. Prosedur check-in kendaraan diperketat, petugas dilatih mengenali kendaraan ODOL, dan kerja sama teknis dengan pengawas pelabuhan terus ditingkatkan.

Dukungan juga datang dari KPPP dan Pos TNI AL yang terlibat langsung dalam pengawasan dan penindakan. Mereka memastikan kendaraan yang melanggar aturan tidak diberangkatkan demi menjaga keamanan pelayaran.

Tak hanya mengandalkan pengawasan, KSOP Waingapu juga mengedepankan edukasi kepada para pengguna jasa. Sosialisasi kepada pengemudi dan pemilik kendaraan rutin dilakukan agar pemahaman tentang bahaya ODOL semakin luas.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Muatan harus sesuai aturan, karena nyawa tidak bisa dikompensasikan,” tegas Fadly.

Komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa Pelabuhan Waingapu siap menjadi pelabuhan percontohan bebas ODOL di kawasan timur Indonesia. Dengan sinergi lintas instansi, budaya keselamatan dan kepatuhan hukum diharapkan tumbuh sebagai bagian dari ekosistem pelabuhan yang aman dan berkelanjutan.[Tugio/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x