x

IFPRO Kantongi Pembiayaan Rp300 Miliar dari LPEI, Genjot Pengembangan Marina Labuan Bajo

waktu baca 2 menit
Kamis, 31 Jul 2025 08:22 0 141 Redaksi

Delik Asia, (Labuan Bajo) |  Upaya memperkuat pariwisata di kawasan timur Indonesia terus dipacu. PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO), anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), resmi mendapatkan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) senilai Rp300 miliar. Dana itu disalurkan lewat skema Penugasan Khusus Ekspor atau National Interest Account (NIA).

Kucuran dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan lanjutan kawasan Marina Terpadu Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur—salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional.

Tak sekadar kucuran dana, dukungan itu juga diperkuat lewat kunjungan lapangan Kementerian Keuangan bersama LPEI ke Hotel Meruorah pada 9–12 Juli 2025. Agenda ini sekaligus menjadi forum teknis untuk membahas percepatan implementasi proyek strategis yang dikelola IFPRO.

Proyek yang didanai masuk dalam kategori new development—mulai dari pembangunan hotel kelas menengah, kawasan komersial tahap II, hingga social club eksklusif. Ketiganya akan menjadi pelengkap Hotel Meruorah yang lebih dulu beroperasi dan kini jadi ikon penginapan premium di jantung Labuan Bajo.

Direktur Utama IFPRO Ferry Snyders menyebut, dukungan pembiayaan ini menjadi angin segar untuk mendorong pariwisata Indonesia naik kelas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah melalui LPEI. Proyek ini bukan hanya mendongkrak daya saing kawasan, tapi juga mendorong ekspor jasa pariwisata,” ujarnya.

Ferry optimistis, pengembangan fasilitas baru akan menambah magnet Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia. Apalagi, tren kunjungan wisatawan mancanegara di Hotel Meruorah terus menunjukkan lonjakan. Dari 10,4 persen pada 2022, naik jadi 20,4 persen di 2023, dan tembus 57,4 persen hingga pertengahan 2025.

“Ini membuktikan bahwa peningkatan layanan dan promosi yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil,” tambah Ferry.

Pembangunan hotel kelas menengah, kawasan komersial, dan social club dijadwalkan berlangsung selama setahun ke depan. Social club ditargetkan beroperasi akhir 2026. Sementara dua proyek lainnya akan terus dalam proses konstruksi hingga penghujung tahun yang sama.

Tak hanya menambah fasilitas, IFPRO juga menargetkan terciptanya ekosistem pariwisata yang mampu membuka lapangan kerja dan mendongkrak ekonomi lokal. Proyek ini diproyeksikan menghidupkan sektor UMKM, jasa, dan industri kreatif di wilayah sekitar.

IFPRO sendiri terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pengembangan asetnya. Melalui sinergi antara BUMN, lembaga pembiayaan negara, dan mitra swasta, pengembangan kawasan Marina Terpadu Labuan Bajo diharapkan menjadi model destinasi wisata unggulan yang inklusif, kompetitif, dan berkontribusi langsung pada devisa negara.[Safar/Red]

Sumber: Corsec PT ASDP Indonesia Ferry (PERSERO)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x