x

Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Pangan, Investasi Lahan di Mekkah, dan Program Perumahan Strategis

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Jul 2025 23:02 0 172 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) |  Presiden RI Prabowo Subianto memimpin sejumlah pertemuan strategis di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (30/7), yang menyoroti agenda ketahanan pangan nasional, investasi luar negeri, dan program perumahan rakyat.

Dalam pertemuan awal bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Presiden membahas perkembangan program cetak sawah serta ketersediaan cadangan beras nasional. Pemerintah melaporkan stok beras saat ini mencapai 4,2 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu dekat. Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

Usai membahas pangan, Presiden menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, terkait perkembangan inisiatif strategis Indonesia di luar negeri. Salah satu sorotan utama adalah kepemilikan lahan di Mekkah, Arab Saudi—sebuah kebijakan terobosan yang menjadi tonggak baru dalam diplomasi ekonomi dan investasi lintas negara.

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis yang dapat memperluas peran Indonesia dalam ekonomi global, khususnya dalam sektor properti dan layanan jemaah haji,” ujar Rosan dalam pertemuan tersebut.

Presiden juga memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, guna membahas sejumlah program prioritas nasional di bidang perumahan. Pemerintah tengah mempersiapkan peluncuran rumah subsidi secara masif, disertai inovasi skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor perumahan.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.

Mengakhiri agenda hari ini, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas yang turut menyoroti temuan pelanggaran standar mutu beras di pasaran. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi pelanggaran mutu pangan dan akan mengambil langkah hukum secara tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan manipulasi kualitas.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga menyangkut mutu dan keamanan konsumsi masyarakat. Ini menyangkut kepercayaan publik,” tegas Presiden Prabowo.

Langkah-langkah yang diambil hari ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, memperluas investasi strategis, dan mempercepat akses perumahan nasional secara inklusif dan berkelanjutan.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x